Wali Kota Malang Kejar Dukungan Pusat untuk Revitalisasi Pasar Besar
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- visibility 209
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Rencana perombakan total Pasar Besar Malang kembali menjadi fokus utama Pemkot. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada Jumat (4/7/2025) demi mempercepat kepastian bantuan dari pemerintah pusat.
Langkah ini diambil setelah tembok pembatas di lantai tiga pasar ambrol pada hari Selasa (01/07/2025) lalu dan menimpa salah seorang pedagang. Insiden tersebut membuat pemerintah daerah bergerak cepat mengamankan area sekaligus mematangkan rencana revitalisasi.
“Nah kebetulan besok saya juga akan ke Jakarta dan saya akan coba berkoordinasi terkait dengan perkembangan (rencana revitalisasi) Pasar Besar. Ya, mudah-mudahan besok sudah dapat hasil,” kata Wahyu, Kamis (03/07/2025).
Selain membicarakan nasib Pasar Besar, Wahyu juga berencana menuntaskan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur lain di Jakarta. Proposal yang diajukan mencakup perbaikan fasilitas publik, termasuk Pasar Besar yang kondisinya dinilai membahayakan pengunjung dan pedagang.
“Kondisinya sudah kita tahu bersama. Butuh segera diperbaiki. Saya mengimbau masyarakat dan pedagang untuk berhati-hati, terutama karena tembok bagian atas itu memang rawan,” jelasnya.
Pasar yang berdiri sejak puluhan tahun lalu ini telah menjadi pusat perekonomian warga Malang. Namun, usia bangunan yang tua membuat banyak bagian rapuh dan tidak aman. Sebagai penanganan awal, Wahyu telah memerintahkan pengamanan di titik-titik yang dianggap kritis.
“Saya sudah minta untuk beberapa lokasi yang meresahkan, agar mulai ada penanganan pengamanan,” tambahnya.
Meski ada penolakan dari sebagian pedagang terkait rencana perombakan, Pemkot tetap membuka dialog. Wahyu menegaskan revitalisasi akan membawa manfaat jangka panjang bagi semua pihak.
“Kalau terjadi konflik, tidak akan selesai-selesai. Dan kita tidak ingin akan ada lebih banyak korban. Mudah-mudahan kejadian ambrolnya tembok kemarin bisa menyadarkan semua pihak,” ujarnya.
Terkait jadwal pembongkaran, Wahyu menyebut masih menunggu keputusan anggaran pusat. Namun, biaya untuk relokasi pedagang sementara dan kegiatan sosialisasi sudah dianggarkan melalui APBD Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengungkapkan hasil pemeriksaan pasca-insiden menunjukkan adanya titik rawan yang berbahaya saat hujan deras.
“Kami masih dalam tahap identifikasi dan akan melihat langkah apa yang perlu dilakukan,” terang Eko. Ia menambahkan, pihaknya juga akan membersihkan lantai dua dan tiga yang kondisinya kumuh dan berpotensi membahayakan.
Pemkot berharap pertemuan di Jakarta bisa menghasilkan keputusan positif, sehingga revitalisasi Pasar Besar dapat segera dimulai demi keselamatan pedagang dan pengunjung. (Red)
- Penulis: redaksi



