Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Seorang Murid SMAI Sabilillah Malang Jadi Juara I Penulisan Cerpen

Seorang Murid SMAI Sabilillah Malang Jadi Juara I Penulisan Cerpen

Pecinta mobile game justru menjadi Juara Penulisan Lomba Cerpen.

ADADIMALANG – Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Pepatah tersebut nampaknya bisa digunakan untuk prestasi yang berhasil diraih salah satu siswa SMA Islam Sabilillah Malang.

Bagaimana tidak, setelah salah seorang guru pengajarnya berhasil menjadi juara lomba literasi antar guru di tingkat nasional, kali ini siswa didikannya yang berhasil meraih prestasi di bidang literasi penulisan cerita pendek (cerpen).

Bahkan menariknya, siswa kelas 12 jurusan IPA SMA Islam Sabilillah yakni Alvito Faza Fadhilah Fatkhurohman yang berhasil menjadi juara lomba penulisan cerita pendek (cerpen) yang dilaksanakan oleh Universitas Trunojoyo, Bangkalan Madura ini merupakan seorang pecinta mobile game yang tengah digemari generasi milenial saat ini.

“Saya sangat suka main mobile game di smartphone tetapi di sekolah juga suka membaca,” ungkap Vito yang ditemui di sekolahnya.

Vito berhasil menjadi juara lomba penulisan cerpen tingkat Jawa Timur ini setelah menulis cerita pendek dengan judul ‘Sang Penyelamat’ yang membawa pesan moral agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang belum pasti.

“Cerita saya ini bercerita tentang masa depan sudah mengembangkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dimana teknologi itu akan mengambil alih dunia manusia,” ungkap murid yang tergabung dalam klub literasi SMA Islam Sabilillah ini.

Dengan waktu satu minggu, Vito berhasil menyelesaikan tulisan cerpennya sembari bermain game di luar jam sekolahnya, setelah itu peserta lomba discreening menjadi 10 besar dan dipilih tiga juara terbaik.

“Ide penulisan saya ini justru berasal dari mobile game yang sering saya mainkan,” ungkap Vito.

Perlu diketahui, di SMA Islam Sabilillah Malang telah diberlakukan tradisi literasi membaca dengan melakukan kebiasaan membaca selama 10 menit sebelum pelajaran dimulai.

Hal tersebut disampaikan Diah Budiarti, salah seorang guru pengajar di SMA Islam Sabilillah yang juga menjadi juara kompetisi literasi antar guru tingkat nasional beberapa waktu yang lalu.

“Kita sudah biasakan para siswa membaca selama 10 menit sebelum pelajaran dimulai. Juga ada klub literasi yang kita beri nama gubuk literasi bagi para siswa pecinta literasi,” jelas Diah Budiarti.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, Waka Kesiswaan dan Humas SMA Islam Sabilillah Malang, Agus Budiono menjelaskan bahwa pihak sekolah selalu mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan literasi para siswa dan guru-guru pengajarnya.

“Dengan menciptakan atmosfer sekolah yang sehat dan mendukung literasi, kami berharap literasi siswa dan guru akan terus meningkat,” ungkap Agus Budiono. (A.Y)

Tags: , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan