Stunting di Kota Malang Tidak Dipengaruhi Faktor Ekonomi

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Kurang perhatian orang tua juga bisa menjad penyebab anak menjadi stunting.

Kota Malang – Wakil walikota Malang Sofyan Edi jarwoko mengatakan adanya penderita Stunting di kota Malang tidak ada hubungannya dengan tingkat kemiskinan. Namun lebih dipengaruhi perhatian yang diberikan orang tua terhadap asupan gizi yang harus dikonsumsi oleh anak-anaknya.

“Kadangkala kondisi ekonomi orang tua baik-baik saja namun dikarenakan kesibukan ataupun akses informasi yang terbatas anak dipercayakan kepada pengasuh anak,” kata Bung Edi sapaan akrab Wakil Walikota Malang tersebut.

Lagi pula, lanjut Bung Edi makanan yang bergizi tidak harus mahal seperti halnya sayur yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPC Ahli Gizi Kota Malang, Ibnu Fajar yang menegaskan bahwa stunting itu bukan hanya diatasi pada saat anak dalam masa pertumbuhan, namun sejak masih dalam kandungan.

“Caranya yaitu dengan memanfaatkan 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak dalam kandungan, selama 9 bulan 10 hari hingga anak berusia 2 tahun,” jelasnya.

Pada masa-masa tersebut, menurut Ibnu Fajar adalah masa tumbuh kembang anak yang sangat membutuhkn gizi seimbang agar dapat tumbuh dengan baik.

Bahkan pada masa sebelumnya saat anak masih di dalam kandungan, ibu harus memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya. Apa yang dimakan ibu ketika hamil akan sangat berpengaruh pada komdisi buah hati ketika lahir.

“Kalau kebutuhan gizi terpenuhi akan lahir bayi yang normal. Bayi yang dilahirkan dengan badan sekitar 48 sampai 54 cm dan berat badan di atas 2,5 hingga 3,5 kg,” jelasnya.

Dalam rangka meminimalisir angka stunting, pemerintah kota Malang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan memberikan pendampingan terhadap ibu-ibu yang hamil di puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Malang. (Jaz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

HUT Kota Batu Ke 20, The Singhasari Resort Beri Hadiah 3 Penghargaan Internasional

3 Penghargaan diraih dari Haute Grandeur Global Hotel Award 2021. ADADIMALANG - Melanjutkan keberhasilan sebelumnya di tahun lalu, The Singhasari...

FISIP UB Turut Serta Dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental

Sosialisasikan urgensi vaksinasi kepada masyarakat. ADADIMALANG - Dalam rangka turut menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Universitas Brawijaya mengambil peran untuk terjun langsung melakukan pendampingan melalui...

Pengalaman Menteri Sandiaga Uno Menginap Di Home Stay Desa Serang Blitar

Mewujudkan mimpi warga untuk mendorong Indonesia bangkit. Blitar ADADIMALANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjadi Menteri pertama yang menginap di Home...

AKBP Budi Hermanto : Jangan Cuma Menerapkan Prokes Saat Petugas Datang Patroli

Tidak ingin mempersulit masyarakat menjalankan usahanya dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. ADADIMALANG – Kesadaran masyarakat yang tinggi akan vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal (herd...

Ulang Tahun ke-15, d’Kross Terus Berkarya Meski Masih Pandemi

Siapkan karya untuk berkolaborasi bersama penyanyi Ibukota. ADADIMALANG - Tepat Hari Minggu ini (17/10/2021), D'Kross Community menginjak usia ke-15 tahun, dimana peringatan Hari Ulang Tahun kali...
- Advertisement -

Berita Terkait