Desa Pesanggrahan Kota Batu dan Mahasiswa UMM Gelar Jamasan Pentongan

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Menjadi daya tarik wisatawan yang rencananya akan digelar setiap tahun di desa Pesanggrahan kota Batu.

ADADIMALANG – Dalam rangka upaya branding budaya yang ada di desa Pesanggrahan kota Batu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melakukan praktikum Public Relations bekerjasama dengan AKUR Hakarya menggelar ritual Jamasan Pentongan, Senin (12/08) kemarin.

Ketua Tim Analogi Project dari UMM, Faiz Firojabbi mengatakan bahwa Jamasan Pentongan kali ini merupakan kegiatan yang pertamakali dilaksanakan yang diharapkan akan mampu menjadi tonggak awal dalam membangun wisata budaya Desa Pesanggrahan yang dapat dijadikan agenda tahunan seperti Upacara Sekaten di Jogja.

“Jamasan Pentongan ini juga sebagai upaya branding budaya yang ada di Desa Pesanggrahan kota Batu ini,” ungkap Faiz Firojabbi.

Prosesi Jamasan Pentongan yang pertama kali digelar ini berjalan dengan meriah dan diminati oleh masyarakat desa Pesanggrahan sendiri dan masyarakat lainnya yang berduyun-duyun memadati lokasi acara yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal desa Pesanggrahan tersebut.

Bahkan masyarakat yang awalnya hanya sekedar menonton juga nampak turut melakukan arak-arakan usai Pentongan (kentongan) dikembalikan ke tempat semula setelah dijamas (dimandikan),

Ritual menjamas pentongan ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengambilan Pentongan, memandikan Pentongan dan mengantarkan Pentongan kembali ke tempat.

Budayawan Desa Pesanggrahan yang memimpin ritual, Ki Gendeng Sunarto menjelaskan bahwa dengan kegiatan jamasan pentongan ini diharapkan agar masyarakat tidak lupa dan melunturkan penggunaan Bahasa Jawa sebagai bentuk komunikasi verbal lokal seperti yang dilakukannya saat melakukan penjamasan pentongan.

“Dengan menggunakan Bahasa Jawa Kromo Inggil dalam doanya dimaksudkan agar masyarakat dapat mengerti dan memahami tataran tertinggi dari Bahasa Jawa yang digunakan sehari-hari,” ujar Ki Gendeng Sunarto.

Menurut Faiz banyak nilai-nilai yang adiluhung yang tersirat dalam ritual jamasan pentongan seperti harus melepaskan alas kaki agar manusia menyatu dengan bumi sehingga tidak boleh angkuh atau sombong.

Arak-arakan Pentongan dimulai dari jalan Sareh Atas Kepala Desa Wiryo Wisastro dan berlanjut di beberapa titik seperti jalan Hasanudin, jalan Seruni, jalan Samadi, jalan Cempaka dan jalan Suropati.

Rencananya tradisi Jamasan Pentongan ini akan dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda wisata tahunan yang akan menjadi ciri khas dari desa Pesanggrahan kota Batu. (A.Y)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

ITN Malang, Kampus Pertama Di Jawa Yang Membangun Proyek PLTS 500 KWp

ADADIMALANG - Rasanya tidak salah jika kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terpilih untuk menjadi kampus pertama di Pulau...

Moreno Soeprapto Dukung Penuh Program CSR PT Pertamina Di Kota Malang

Warga mendapat bantuan CSR dari Pertamina untuk renovasi Balai RW. ADADIMALANG – Renovasi Balai RW 7 kelurahan Bareng sudah cukup lama diharapkan. Program CSR (Corporate...

Staycation, Kuliner Hingga Menelusuri Perkebunan Kopi Saat Long Weekend Di Hotel Tugu Malang

Menikmati sajian kuliner Babah Nyonya hingga cita rasa Thailand dan Vietnam selama bulan Maret 2021 ini. ADADIMALANGG - Menyambut bulan Maret 2021 kali ini ada...

Mahasiswa UB Buat Biskuit Ulat Sebagai Solusi Stunting Anak

Meraih medali perak pada ajang AISEEF 2021. ADADIMALANG - Persoalan kekurangan gizi (stunting) yang masih banyak terjadi menjadi salah satu perhatian mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas...

Antisipasi Degradasi Lingkungan, BI Malang Kembangkan Klaster Padi Organik

Melatih Kelompok Petani menguasai teknologi ramah lingkungan. ADADIMALANG - Dengan tujuan untuk mengatasi degradasi lingkungan yang terus menurun akibat akumulasi limbah kimia, Kantor Perwakilan Bank...
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -