Beri sosialisasi tentang kesehatan dan memberikan bantuan 800 paket sembako dan 800 alat kebersihan.
ADADIMALANG – Sebagai wujud implementasi Tri Dharma perguruan Tinggi, civitas akademika di Universitas Brawijaya kerap melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat guna memberikan solusi berbagai permasalahan di masayarakat. Kepekaan terhadap persoalan di masyarakat dan menumbuhkan jiwa sosial tersebut dibina dan dipupuk sejak mulai bergabung menjadi bagian dari civitas akademika sebagai seorang mahasiswa.
Hal tersebut nampak dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (penmas) yang dilaksanakan oleh mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mulai pagi hari tadi, Kamis (29/07/2021).
“Ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa baru FK UB dimana karena pandemi akhirnya kegiatan pengabdian masyarakat yang dulunya luring harus disiasati dalam kondisi pandemi saat ini,” ungkap Ketua Pengabdian Masyarakat FK UB 2021, Muhammad Surya Siddiq saat ditemui di Panti Asuhan Sunan Giri Tlogomas Kota Malang.
Menurut Siddiq, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara luring secara terbatas ini dilaksanakan hampir di seluruh provinsi di Indonesia hingga di Malaysia dalam bentuk sosialisasi terkait kesehatan dan juga pemberian bantuan.
“Panitia menyediakan 800 paket sembako dan 800 paket alat kebersihan seperti wastafel portabel dan lain sebagainya yang kami berikan di berbagai panti baik itu panti asuhan, panti jompo dan tempat-tempat lain yang memang membutuhkan. Termasuk materi sosialisasi juga menyesuaikan lokasi kegiatan, seperti kali ini di Panti Asuhan Sunan Giri diberikan materi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sementara di panti jompo diberikan materi bagaimana cara meningkatkan imun dalam kondisi pandemi saat ini,” ungkap Surya Siddiq.
Kegiatan sosialisasi dan pemberian bantuan secara luring terbatas tersebut menurut Siddiq diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi pandemi akibat Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.
“Sengaja kita pilih Panti Asuhan karena dalam kondisi pandemi seperti saat ini pasti donasi yang didapatkan juga menurun sehingga kita berharap bantuan yang kami berikan ini benar-benar dapat membantu dan bermanfaat,” ungkap Siddiq.
Selain melaksanakan sosialisasi dengan materi terkait kesehatan dan pemberian bantuan, kegiatan pengabdian masyarakat maba FK UB tersebut juga akan diisi dengan kegiatan seminar dan jalan sehat secara daring hingga kajian keagamaan.
“Total lokasi sosialisasi dan pemberian bantuan ini ada sekitar 40 titik yang tersebar di Indonesia hingga ke luar negeri dimana ada 147 orang panitia yang melaksanakan secara terpisah di lokasi masing-masing mulai hari ini hingga satu minggu ke depan,” pungkas Ketua Penmas Maba FK UB, M. Surya Siddiq.
Ditemui di lokasi yang sama, pengawas Panti Asuhan Sunan Giri Tlogomas, Ahmad Sukron mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan pemberian bantuan dari mahasiswa FK UB tersebut.
“Terimakasih atas sosialisasi yang diberikan sehingga kami dan penghuni panti asuhan ini mendapatkan ilmu dan wawasan baru. Semoga bantuan yang diberikan juga dapat bermanfaat bagi seluruh panti yang menjadi lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat FK UB ini,” pungkas Ahmad Sukron. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.