Baru wisuda gelombang pertama dari empat gelombang wisuda yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2021 ini.
ADADIMALANG – Sebanyak 749 orang mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan secara daring mulai pagi hari tadi, Rabu (29/09/2021).
“Memang kita selenggarakan wisuda karena sejak bulan Juli 2021 lalu tingkat kelulusannya sudah sangat tinggi sehingga kita ingin memberikan fasilitas kepada para lulusan untuk dapat segera mengikuti proses wisuda mengingat syarat menerima ijasah adalah mengikuti wisuda,” ungkap Pembantu Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo.
Menurut Supriatna, karena situasi kondisi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlanjut maka pihak Polinema memutuskan wisuda gelombang pertama dilaksanakan secara daring karena masih dibatasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang dengan jumlah peserta wisudawan sebanyak 479 orang.
“Kita berharap gelombang pertama ini adalah awal dari pelaksanaan tiga gelombang wisuda Polinema berikutnya yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun. Tiga gelombang wisuda yang berikutnya akan melihat perkembangan pandemi saat menjelang pelaksanaan wisuda apakah dapat dilaksanakan secara daring, luring atau hybrid mengingat masih harus memantau Peraturan Walikota Malang juga,” ungkap Pembantu Direktur I Polinema.
Dari empat gelombang wisuda yang dilaksanakan hingga akhir tahun 2021 ini, Polinema akan meluluskan sekitar 8.300 orang wisudawan.
Terkait dengan lulusan yang sudah mulai diwisuda saat ini, Supriatna mengaku memang ada kecenderungan penurunan jumlah lowongan pekerjaan yang juga berpengaruh pada tingkat serapan lulusan Polinema di dunia kerja.
“Yang pertama saat ini opsinya mengusahakan para lulusan memenuhi syarat administrasi untuk melamar pekerjaan terlebih dahulu, dan yang kedua karena situasi pandemi seperti ini ada kecenderungan lowongan pekerjaan tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19. Saat ini kita sedang mengembangkan pilihan kewirausahaan salah satunya kita ikut semacam hibah membentuk ekosistem kewirausahaan menjadi alternatif mendapatkan bekal untuk masuk dunia kerja atau membentuk start up kewirausahaan sesuai dengan potensi dan passion setiap lulusan,” ujar Supriatna Adhisuwignjo.
Terkait dengan start up kewirausahaan, Supriatna menegaskan selama ini trend selama tiga tahun terakhir ini memang terjadi peningkatan meskipun sempat turun di awal pandemi tahun lalu.
“Oleh karena itu kita dorong lagi dengan model penguatan ekosistem kewirausahaan di kampus dengan harapannya peran dari Enterpreneur Training Unit (ETU) dan Inbis Polinema dapat menjadi lebih besar untuk menyiapkan lulusan Polinema memasuki dunia bisnis yang akan dimasuki. Awalnya dari kurikulum yang direvisi dan disempurnakan, silabusnya disepakati dan akan kita perbanyak model kegiatan kewirausahaan mahasiswa serta tempat magang mahasiswa Polinema khususnya di bidang kewirausahaan,” pungkas Supriatna Adhisuwignjo.
Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, MMT., M.M menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan para wisudawan dan wisudawati mengakhiri studi di Polinema.
“Bekal ilmu yang telah diperoleh di kampus harus dikembangkan, diterapkan dan dilanjutkan untuk membantu untuk kepentingan masyarakat. Peningkatan kompetensi dalam bidang keilmuwan harus terus dilakukan agar saudara wisudawan wisudawati memiliki daya saing,” ungkap Direktur Polinema.
Awan Setiawan lebih lanjut mengajak wisudawan untuk bersyukur, berfikir optimis, positif agar masa depan menjadi gemilang, cerah dan membahagiakan.
“Tataplah masa depan dengan percaya diri. Meyakini dapat memanfaatkan dan menciptakan kesempatan, serta mampu hidup mandiri. Ciptakanlah pekerjaan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang memerlukan karya-karya saudara sekalian,” ujar Direktur Polinema.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Direktur Polinema meminta semua peserta wisuda kali ini untuk berdiri dan berdoa karena salah satu wisudawan Polinema telah meninggal dunia karena sakit yang dideritanya selama ini.
“Tahun ini kita berduka karena lulusan terbaik kita yakni Ria Anggraini dari S2 Teknik Elektro meninggal dunia dua minggu yang lalu karena sakit yang diderita. Almarhumah merupakan lulusan terbaik, tidak hanya di akademik namun juga non akademik hingga berhasil meraih predikat cumlaude. Hari ini secara khusus, saya pribadi dan pimpinan, serta anggota senat yang hadir, mengajak kepada seluruh undangan serta wisudawan untuk hening dengan menundukkan hati dan menundukkan jiwa, merendahkan suara untuk mendoakan almarhumah saudari Ria Anggraini putri dari Bapak Randim dan Ibu Umi Nurhayati telah menyelesaikan amanahnya di kampus ini.,” pungkas Direktur Polinema. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.