Kasus Covid-19 di Kota Malang Melandai, Antisipasi Lonjakan Paska Nataru

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Jumlah pasien hanya tujuh orang, Safe House dikembalikan ke Pemprov Jatim.

ADADIMALANG – Kasus paparan Covid-19 di Kota Malang telah melandai, dimana dalam lima hari terakhir tidak ada penambahan kasus aktif Covid-19.

“Selama lima hari terakhir tidak ada penambahan kasus baru, dan hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 aktif di Kota Malang berjumlah tujuh orang. Tujuh orang tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) rujukan maupun RS lapangan untuk gejala ringan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Mu’arif siang tadi, Sabtu 20 November 2021.

Dua dari tujuh pasien Covid-19 di Kota Malang tersebut mengalami gejala ringan dan dirawat di RS lapangan Idjen Boulevard, sementara lima orang sisanya tengah mendapatkan perawatan di RS rujukan.

“Jadi kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Malang saat ini melandai,” kata Husnul.

Karena kasus Covid-19 di Kota Malang sudah melandai dalam beberapa hari terakhir ini kata Husnul. Maka untuk safe house di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia di Jalan Kawi sudah tidak digunakan lagi untuk merawat pasien Covid-19.

“Karena semua pasien tersebut telah ditangani di RS Lapangan dan RS rujukan, maka untuk safe house telah kami serahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebagai pemilik gedung,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang.

Saat ditanya terkait antisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun ini, Husnul menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan pengetatan di perbatasan dan memeriksa ketersediaan jumlah bed isolasi Covid-19 di rumah sakit.

“Intinya sama seperti tahun lalu ya. Ketika Kota Malang masih berada di PPKM level 3. Pengetatan terus kami lakukan dan menyiapkan penanganan di rumah sakit baik UGD, ICU termasuk ruang isolasinya,” pungkas dr Husnul Muarif. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Jamaluddin, Santri Pondok Pesantren Mamba’ul ‘Ulum Malang Juarai LBKK Ke-5V FPKS di Malang Raya 2021

Para Juara akan dikirim ke LBKK tingkat Provinsi jawa Timur. Kabupaten Malang ADADIMALANG - Setelah 71 orang peserta berjuang dalam...

Lestarikan Budaya Pesantren, PKS Se-Malang Raya Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

ADADIMALANG - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Malang Raya kembali sukses menggelar Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang dilaksanakan secara hybrid Sabtu kemarin (27/11/2021). Kegiatan...

Tak Mau Kecolongan, Polinema Jaga Ketat Protokol Kesehatan Saat Wisuda Hybrid

Lakukan screening pendamping wisudawan sejak pintu gerbang masuk kampus. ADADIMALANG - Tidak menginginkan adanya kondisi yang tidak diinginkan saat pandemi Covid-19 ini terjadi, panitia wisuda...

Polinema Tuntaskan Tiga Gelombang Wisuda Tahun 2021

Gelombang ketiga dilaksanakan secara hybrid dengan dua sesi. ADADIMALANG - Sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya untuk melaksanakan tiga kali gelombang wisuda tahun ajaran...

Refleksi Toleransi 2021 Di Jawa Timur Berdasarkan Catatan Riset Lapangan

Tingkat toleransi diketahui semakin menurun dari tahun ke tahun. ADADIMALANG - Menjelang akhir tahun 2021 ini, terjadinya penangkapan Ahmad Zain (AZ), anggota Majelis Ulama Indonesia...
- Advertisement -

Berita Terkait