PT Agro Mitra Alimentare (AMA) menghadirkan praktisi kesehatan dan juga pengambil kebijakan dalam simposium terbatas yang membahas hasil penelitian tersebut.
ADADIMALANG – Permasalahan gizi buruk (stunting) masih banyak terjadi di wilayah indonesia, termasuk di Jawa Timur. Kasus stunting yang terjadi pada anak-anak menyebabkan terhambatnya perkembangan atau proses tumbuh kembang anak sehingga tidak mampu mencapai kondisi normal pada umumnya.
Terkait dengan kondisi tersebut, banyak pihak terus berupaya agar kasus stunting tersebut tidak terus terjadi dan berharap ada solusi untuk mengatasinya.
Setitik harapan muncul dari hasil penelitian yang dilakukan Apt Tjie Kok, S.Si, M.Si., PhD, peneliti yang juga dosen pengajar di Fakultas Teknobiologi dari Universitas Surabaya, dimana dari penelitian yang dilakukan tersebut diketahui Probiotik multi Strain ternyata memiliki efek positif dalam hal pencegahan gizi buruk (stunting) pada anak.
“Probiotik Multi Strain ini kan berisi mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi tubuh. Persoalan gizi buruk (Stunting) itu antara lain problemnya adalah disbiosis atau mikroorganisme-mikroorganisme jahat (patogen) itu menguasai sistem pencernaan sehingga orangnya akan mengalami gizi kurang (stunting),” ungkap Apt Tjie Kok, S.Si, Msi., PhD.
Dengan mengonsumsi probiotik Multi Strain tersebut, menurut Tjie Kok akan membuat mikroorganisme-mikroorganisme baik itu akan membantu penyerapan sari-sari makanan di dalam saluran pencernaan.
Hasil penelitian tersebut disampaikan Tjie Kok dalam Simposium terbatas yang mengambil tema ‘Manfaat Probiotik Multi STRAIN dalam Pencegahan Stunting Anak serta Efek Preventing dan Treatment Probiotik Mengatasi Penyakit Kronis serta Sebagai IMUNOMODULATOR’ di El Hotel Grande, Malang, Sabtu kemarin(29/1/2022).
Seiring hasil penelitian Tjie Kok tersebut, Direktur Utama PT Agro Mitra Alimentare (AMA), Ge Recta Geson menyampaikan proses pencernaan di tubuh manusia tersebut akan diolah oleh enzim tubuh sendiri seperti mengolah karbohidrat menjadi gula, protein menjadi asam amino, lemak menjadi asam lemak dan lain sebagainya.
“Nah berbicara masalah pencernaan ternyata tidak hanya dilakukan oleh enzim tubuh kita sendiri, karena ada sebagian dari makanan yang ternyata tidak dapat dicerna oleh tubuh kita sendiri sehingga perlu dibantu dicerna oleh mikrobiota yakni komunitas probiotik yang ada di usus,” ungkap Ge Recta Geson.
Dengan mengonsumsi Probiotik Multi Strain yang disebut sebagai suplemen, Ge Recta Geson menyampaikan kondisi stunting pada anak akan dapat dicegah karena nutri makanan akan dapat terserap dengan optimal sehingga dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Jadi kalau makanan itu dicerna dan diserap sempurna maka anak memiliki nutrisi yang cukup bagi fisik maupun kecerdasannya. Apalagi jika nutrisi telah terpenuhi maka sisa nutrisi atau metabolit primer tersebut juga dapat disintesa menjadi metabolit sekunder seperti vitamin dan lain sebagainya yang juga sangat penting untuk untuk kesehatan tubuh. Nutrisi terpenuhi masih dapat asupan vitamin dan lain sebagainya,” ungkap Dirut PT AMA yang memproduksi Probiotik Pro.Em1 ini.
Dengan hasil penelitian yang dilakukan tersebut, Ge Recta Geson berharap kasus stunting akan dapat diminimalisir dengan pemberian probiotik multi strain yang juga terkandung dalam produk Pro.EM1 yang diproduksi oleh PT Agro Mitra Alimentare (AMA).
“Simposium ini kami harapkan dapat memberikan edukasi kepada para paktisi kesehatan seperti dokter spesialis ataupun pengambil kebijakan dalam hal kesehatan ini bahwa probiotik multi strain membangun mikrobiota ini dapat membangun pertahanan tubuh baik infeksi seperti covid-19 varian omicron dan keradangan tubuh dalam masalah penyakit kronis seperti gastritis, hipertensi, diabetes tipe 2 dan obesitas,” ungkap Ge Recta Geson.
Simposium kali ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya yakni Prof Dr Soebijanto Marto Sudarmo, dr, SpA (K), Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, dr Satrio Wibowo Sp A (K), MSi, Med, Dosen Gastroentero-Hepatologi FK Universitas Brawijaya, serta Peneliti yang juga Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya Apt Tjie Kok, S.Si, MSi PhD. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.