Warga Klojen Disidang Karena Nekat Menjual Rokok Tanpa Cukai

Baca Juga

Hari ini sidang dengan agenda pemeriksaan saksi.

ADADIMALANG – Bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang telah dilaksanakan persidangan Rokok Tanpa Pita Cukai yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum Ayu Fadila, SH dan Ade Elvi, SH siang tadi, Rabu (16/03/2022).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi atas perkara yang dilakukan oleh Terdakwa S (45) warga Klojen Kota Malang bertempat di Pengadilan Negeri Malang.

“Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kota Malang mendakwakan Dakwaan Kesatu yakni Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai atau Dakwaan Kedua yakni Pasal 56  Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai,” ungkap Kasi Intel Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto, S.H.

Dari hasil sidang untuk pemeriksaan saksi diketahui saksi O tidak mengetahui lokasi penjualan rokok tanpa pita cukai oleh terdakwa S disebabkan saksi tinggal di Sumenep dan hanya diminta mencarikan pembeli dari daerah Madura saja. Saksi O mengaku mengetahui terdakwa S memperoleh rokok-rokok tanpa pita cukai tersebut dari distributor rokok illegal.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Malang, Eko Budisusanto, SH
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Malang, Eko Budisusanto, SH

“Perlu diketahui, terdakwa S pada tanggal 18 Maret 2021 telah memerintahkan saksi yakni O yang merupakan karyawan S untuk mengambil satu kardus rokok tanpa pita cukai di daerah Lowokwaru dan dibawa ke Perumahan New Villa Joyo Agung Merjosari tempat terdakwa S untuk menyimpan rokok polos atau rokok tanpa dilekati pita cukai tersebut. Terdakwa S akan mengirimkan rokok polos tersebut melalui ekspedisi namun ditolak karena rokok tanpa pita cukai,” ungkap Eko Budisusanto.

Rokok polos tanpa pitai cukai tersebut dibeli terdakwa S dari seseorang bernama Budi dengan harga Rp.4.250,- untuk setiap bungkusnya dan mendapat keuntungan Rp.50 ribu untuk setiap bal-nya.

“Dari perbuatan yang dilakukan terdakwa S, negara mengalami kerugian sebesar Rp.261.450.000,-. Sidang berikutnya dengan agenda pemeriksaan ahli rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2022 mendatang,” pungkas Kasi Intel Kejari Kota Malang. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Seribu ARMY Dipastikan Akan Meramaikan ARMY Festival Day 2022

Dilaksanakan di Malang Night Paradise dengan berbagai hiburan bernuansa Korea bagi para pecinta band KPop BTS. ADADIMALANG - 12 hari...

Polinema Gelar Tes SBMPN Mulai Hari Ini

Menggunakan metode CBT, disiapkan puluhan pengawas dan helpdesk selama pelaksanaan ujian. ADADIMALANG - Sebagai kampus Politeknik Negeri yang memiliki peminat terbanyak di Indonesia, Politeknik Negeri...

Program Bambang Irianto Dinilai Tepat Untuk Menangani Bonus Demografi

Hanya terjadi sekali saja sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. ADADIMALANG - Bonus Demografi sudah cukup lama didengung-dengungkan akan terjadi pada bangsa Indonesia. Bonus Demografi tersebut...

Tanggapi Aduan Penjualan Satwa Tidak Sehat, Tim Pemkot Malang Turun Ke Splendid

Beri himbauan dan edukasi pedagang, termasuk mendata kondisi satwa yang ada di Splendid. ADADIMALANG - Adanya temuan warga yang diadukan melalui saluran media sosial yang...

UMKM Kampoeng Kajoetangan Belajar Editing Video Di Kampus ABM

Kelanjutan pendampingan UMKM oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara. ADADIMALANG - Sebagai wujud komitmen dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang...

Berita Terkait