ADADIMALANG – Dalam rangka mengetahui kondisi riil yang ada, sekaligus memastikan ketersediaan air di bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah mendatang, Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji melakukan monitoring Perumda Tugu Tirta Kota Malang siang tadi, Selasa (15/03/2022).
Kunjungan Wali Kota Sutiaji ke kantor Perumda Tugu Tirta tersebut langsung diterima Direktur Utama Perumda Tugu Tirta M. Nor Muhlas, S.Pd., M.S. bersama jajarannya untuk langsung melakukan pelaporan ke Wali Kota Malang.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, Wali Kota Malang menerima paparan laporan dari Direktur Utama Perumda Tugu Tirta bersama jajarannya hampir satu jam lamanya secara tertutup.
Usai menerima laporan, Wali Kota Sutiaji menyampaikan kunjungan ke kantor yang dulu dikenal dengan nama PDAM tersebut untuk melakukan monitoring kinerja dan permasalahan ataupun kondisi lainnya.
“Saya minta semua Direktur dan Manajer menyampaikan apa saja yang menjadi keluhan dan sepanjang masih dapat diselesaikan di internal Perumda Tugu Tirta. Jika tidak mampu terselesaikan mungkin perlu ada bantuan dari KPM dan Pemerintah Kota Malang,” ungkap Wali Kota Sutiaji.
Menurut Wali Kota Malang, Perumda Tugu Tirta ini memiliki tugas untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya masalah air yang merupakan kebutuhan dasar.
“Jangan sampai ketersediaan air di kota Malang nanti terganggu, terlebih sebentar lagi kebutuhan air tinggi saat masuk bulan Ramadan ya. Saya minta ketersediaan air di Kota Malang aman, jangan sampai ada keluhan aliran airnya kecil atau bahkan sampai mati,” ungkap Wali Kota Sutiaji.
Monitoring yang dilakukannya menurut Wali Kota Sutiaji perlu dilakukan sebagai evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan.
“Tentu ketika kita membuat layanan maka akan kami evaluasi. Bagaimana ketersediaan air di kota Malang seperti apa, bagaimana, yang bekerjasama dengan daerah lain. Bagaimana pompa yang kita miliki, bagaimana rencana ke depannya, kapan mulai dapat dimanfaatkan dan lain sebagainya,” ungkap Wali Kota Sutiaji menyampaikan beberapa hal yang ditanyakan saat monitoring siang tadi.
Meskipun meminta Perumda Tugu Tirta sebagai perusahaan umum tetap menghasilkan keuntungan (profit), Wali kota Sutiaji tetap meminta profit tidak didapatkan tetapi menjerat pada masyarakat.
“Oleh karena itu mulai tahun 2016 belum pernah ada kenaikan tarif karena saat kita mau naikkan ternyata kondisinya masih covid dan sebagainya makanya belum jadi dinaikkan. Jadi intinya pelayanannya berjalan dengan baik tapi juga saya tuntut devidennya lebih tinggi karena devidennya kurang lebih Rp. 99 miliar netto ya terus setelah itu diserahkan kepada pemerintah daerah separuhnya,” ungkap Wali Kota Sutiaji.

Sementara itu usai kunjungan Wali Kota Malang, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M. Mor Muhlas menyampaikan ada beberapa hal yang saat ini tengah dilakukan perbaikan paska terjadinya bencana banjir longsor beberapa waktu lalu.
“Nah itu kan kendala alam ya mengingat sumber mata air itu digenangi luberan air sungai yang banjir sehingga maka mau tidak mau harus dilakukan sterilisasi. Mohon maaf kepada masyarakat mengingat gangguan layanan ini sifatnya force majore,” pungkas Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.