Brawijaya akan miliki saham diberbagai start up binaan sebagai dukungan sebagai kampus PTNBH.
ADADIMALANG – Dengan tujuan mempertemukan dengan investor sekaligus mempromosikan start up binaannya, Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Brawijaya (DI2B UB) melaksanakan Brawijaya Start Up and Business Matching&Mini Expo 2022.
Dalam kegiatan yang digelar di UB Coffee selama sehari ini akan menampilkan lima stand utama yang merupakan binaan dari DI2B dan tujuh stan dari inovasi dosen dan alumni Universitas Brawijaya.
“Kegiatan ini adalah rangkaian dari kerjasama Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Brawijaya dengan Kementerian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi dalam mempromosikan start up yang sudah ada,” ujar Ketua Pelaksana Brawijaya Start Up, Chandra Irwanto.
Lima start up binaan BI2B Universitas Brawijaya yang ditampilkan kali ini antara lain Agro Monster, Nutrinesia, Suspeed, Progresskit dan MyEco. Sementara stan inovasi dosen dan alumni antara lain Beauty Secret Kombucha, Samsara, Shitaki, NgelabKampus, Nauty, Parsa Spirulina dan Axotic Farm.
Menurut Chandra Irwanto, lima start up atau pra start up binaan BI2B UB tersebut sebelumnya telah lolos program Kementistekdikti dan mendapatkan pembiayaan hingga Rp 250 juta.
“Untuk yang inovasi dari dosen dan alumni juga pernah mendapatkan pendanaan dengan jumlah yang beragam,” ujarnya.
Ditemui usai membuka acara, Kepala Pusat BI2B UB, Dr. Wahdiyat Moko, SE.,MM, CFP, menjelaskan bahwa selain memamerkan start up dan pra start up binaannya, dalam kegiatan tersebut BI2B UB juga mempertemukan para pelaku start up atau pra start up binaan dengan para investor.

“Harapannya nanti akan ada investasi yang bisa ditanamkan di start up yang kita bina ini,” ungkap pria yang akrab disapa Moko ini.
Menurut Moko, kegiatan kali ini seiring dengan status Universitas Brawijaya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dimana ke depan Universitas Brawijaya akan memiliki bagian saham dari start up binaannya tersebut.
“Jadi UB tidak hanya mengeluarkan uang untuk pembinaan saja, tetapi dengan memiliki saham tersebut akan membuat UB mendapatkan uang dari start up,” ungkapnya.
Rencananya di bulan November 2022 mendatang, BI2B UB akan kembali melakukan pameran sebagai ajang promosi dari start up atau tenant yang telah dibinanya selama ini.
“Kita ini sebenarnya hanya kurang promosi saja, jadi jangan malu atau minder karena kualitas yang kita miliki itu berkualitas dan tidak kalah dengan yang lainnya,” tukas Wahdiyat Moko. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.