ADADIMALANG – Siapa bilang jika berpuasa di tempat minoritas, kita akan merasa kesusahan? Tak ada teman, tak ada tempat untuk berbagi kebahagiaan? Tidak benar sama sekali. Misalnya saja di Bali. Walaupun mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun saat bulan Ramadhan, kampung-kampung muslim di sana tidak kurang semarak jika dibandingkan dengan wilayah lain yang mayoritas muslim. Jadi jika Anda berkesempatan berpuasa di Bali, Anda tak perlu khawatir.

Ya benar, kampung-kampung muslim di Bali, di bulan Ramadhan, justru punya kebiasaan-kebiasaan atau tradisi yang unik. Jadi jika anda memang memiliki rencana ke Bali saat Ramadhan, ayo pesan saja tiket Batik Air sekarang juga. Keseruan menyaksikan tradisi masyarakat kampung muslim di Bali pasti akan membuat puasa Ramadhan tahun ini akan terasa berbeda.

Anda mau tahu apa saja kebiasaan-kebiasaan dari penduduk di kampung-kampung muslim di Bali? Ini dia beberapa di antaranya.

1. Megibung
Tradisi unik pertama dari kampung muslim yang ada di Bali adalah Megibung, yakni sebuah tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun di Bali sejak zaman dahulu yang masih terjaga hingga sekarang. Tradisi ini bentuknya berupa duduk dan makan bersama sambil berdiskusi dimana yang ikut megibung ini adalah anggota keluarga, orang-orang terdekat, sanak family dan teman serta semua warga muslim yang ikut berkumpul serta membaur.

Megibung ini sebenarnya dilakukan sejak sebelum muslim-muslim di Bali masuk ke bulan suci Ramadhan. Dalam Megibung, mereka saling bersilaturahmi dan disediakan makanan seperti ayam bakar, ikan asin, sate lilit khas Bali, nasi putih, dan dilengkapi sambal terasi beserta sayur, tahu dan juga tempenya. Uniknya, santapan tersebut dimakan secara bersama-sama oleh banyak orang berkisar 4 hingga 7 orang. Megibung dapat Anda temui di Kampung Islam Kepaon pada hari ke-10 Ramadhan, ke-20, dan juga 30 hari puasa.

2. Adat ‘Ngejot’
Tradisi yang satu ini dilakukan oleh masyarakat Desa Pegayaman Buleleng Bali. Kegiatan yang biasanya dilakukan menjelang Idul Fitri ini berupa pengantaran beraneka macam makanan ke rumah saudara ataupun kerabat dengan tujuann untuk bersilaturahmi.

Keunikan tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh warga Desa Pegayaman, tetapi juga oleh hampir semua masyarakat Bali. Dan tak hanya kepada mereka yang muslim saja, yang berbeda agamapun dapat dihantarkan aneka makanannya. Dengan begitu, silaturahmi antar umat berbeda agama menjadi semakin erat.

Masyarakat Pegayaman juga memiliki tradisi lain selama berpuasa di bulan Ramadhan yang diberi nama Nyenggol. Jadi ketika adzan maghrib berkumandang, anak-anak yang selesai berbuka akan langsung berlarian ke pinggir jalanan untuk berjualan aneka macam dagangan. Dari mulai jajanan, aneka camilan, hingga buah-buahan.

Dalam tradisi Nyenggol ini uniknya baik pembeli ataupun penjualnya adalah anak-anak dengan harga barang yang sangat terjangkau. Biasanya anak-anak akan saling membeli barang dagangan temannya yang juga berjualan.

3. Tabuh Rebana
Tradisi di bulan Ramadhan di Bali lainnya adalah tabuh Rebana dimana pemainnya merupakan penduduk di tempat itu dengan musik dan lirik lagu berbahasa Arab atau khas Melayu, membuat puasa terasa jauh lebih damai.

4. Tradisi ‘Nyekar’
Tradisi “’Nyekar’ merupakan sebuah tradisi yang dikenal berasal dari masyarakat Jawa. Namun tradisi Nyekar juga banyak dilakukan warga Desa Wanasari yang ada di Bali. Karena hal tersebut, tradisi ini jadinya disebut sebagai budaya Kampung Jawa.

Tradisi nyekar di Bali dapat dilihat di sebuah pemakaman umum muslim Desa Wanasari, Jalan Maruti Denpasar Bali. Di sana banyak pedagang yang menjual bunga dan air mawar. Tradisi nyekar biasanya dilakukan sebelum ramadhan baik H-1 sebelum Ramadhan atau bahkan jauh sebelum Ramadhan tiba.

Demikian beberapa tradisi Ramadhan di Bali yang dilakukan oleh masyarakat muslim di Bali. Bentuk tradisi yang di dalamnya memberi kesan kerukunan antar masyarakat yang berbeda agama. Saling toleran satu sama lainnya.

Di tiap tradisi tersebut terlihat jelas bahwa meskipun warga muslim di Bali itu merupakan kaum minoritas, namun perayaan Ramadhannya melalui berbagai macam jenis tradisi dapat dilakukan dengan penuh kegembiraan tanpa adanya gangguan. Jadinya hal ini, secara tidak langsung mengajak Anda untuk bisa berjalan-jalan ke Bali, sekalipun bulan Ramadhan. Terlebih datang ke kampung-kampung muslim yang ada di Bali.

Sudah booking tiket pesawat menuju Bali? Ayo buka saja aplikasi Traveloka. Semua urusan Anda mengenai tiket pesawat, booking penginapan di hotel, hingga berbagai urusan kecil selama di Bali, bisa dilakukan di satu aplikasi saja, yakni Traveloka. Cara bookingnya mudah dan nyaman, pelayanan yang diberikannya memuaskan, namun harganya sangatlah terjangkau. Bahkan bisa berkesempatan dapat banyak bonus pula jika Anda bookingnya di moment-moment tertentu.(A.Y)