Kampoeng Heritage Kajoetangan terpilih menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik untuk Indonesia menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia.
ADADIMALANG – Dalam rangka menggerakkan kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan salah satu program unggulannya yakni Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023.
Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 ini merupakan kali ketiga yang dilaksanakan dengan mengangkat tema ‘Kebangkitan Ekonomi Dari Desa untuk
Indonesia Bangkit’ yang diharapkan mampu mewujudkan visi ‘Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat’.
“Kobaran semangat ini masih terus kami lanjutkan untuk menggaungkan Indonesia lebih mendunia melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Membuka ruang untuk berkarya, memastikan 4,4 juta lapangan kerja tercipta dan kami masih terus percaya bangkitnya ekonomi dimulai dari desa,” ungkap mas Menteri, Sandiaga Uno penuh semangat saat hadir di Kampoeng Heritage Kajoetangan hari ini, Minggu (16/04/2023).
ADWI diharapkan dapat menjadi daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru selanjutnya di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia.
Menteri Parekraf hadir di Kota Malang untuk meresmikan terpilihnya Kampoeng Heritage Kajoetangan menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik Indonesia dari total 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia tahun 2023 ini.
Perjalanan menyusuri lorong kampung yang menyajikan sejuta kenangan dan keramahan sambutan warga Kampoeng Heritage Kajoetangan menghadirkan kesan tersendiri bagi Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno.
Disambut Tari Bapang di depan gerbang, Mas Menteri Sandiaga dengan antusias diajak warga mengunjungi sejumlah spot unggulan di Kampoeng Heritage Kajoetangan mulai dari Rumah Namsin, Makam Mbah Honggo, Warung Kopi Mbah Ndut, Kerajinan Bakiak, Sentra Kue khas Oenbitjkoek, Spot foto pedestrian tepi sungai, Pasar Krempyeng hingga Rumah 1870. Semua spot yang dikunjungi merangkum keunikan yang ditawarkan Kajoetangan dan menjadi daya tarik wisata.
“Saya beserta tim sangat kagum dengan Desa Wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan ini. Mudah-mudahan ini membawa berkah dan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat,” ujar Sandiaga Uno.
Menparekraf menilai laporan Pokdarwis bahwa jumlah kunjungan ke Kampoeng Heritage Kajoetangan meningkat hingga 25 ribu orang per bulan setelah hantaman pandemi membuktikan bahwa geliat wisata kampung kota dan ekonomi masyarakat semakin bangkit.
Senada dengan Menparekraf RI, Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji menekankan bahwa Kampoeng Heritage Kajoetangan adalah salah satu model pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif dari hasil kerja keras bersama.
“Pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang di angka 10 persen termasuk di dalamnya kita buka kampung-kampung tematik seperti Kampoeng Heritage Kajoetangan ini,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Terpilih menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia tentu saja menggembirakan para pelaku wisata di Kampoeng Heritage Kajoetangan hingga dikunjungi langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno.
Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan yakni Mila Kurniawati tak dapat menyembunyikan kebahagiaan dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih kampungnya di Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
“Kami bersama teman-teman pokdarwis dan juga warga berkolaborasi menjadikan Kampoeng Heritage Kajoetangan ini menjadi sebuah destinasi wisata yang terkenal di Kota Malang, Indonesia dan Dunia,” ujar Mila.
Dalam kesempatan tersebut Menparekraf juga menyampaikan bantuan pengembangan digitalisasi desa wisata berupa seperangkat laptop dan printer. Selain itu, salah satu industri mitra Kemenparekraf dalam waktu dekat juga akan melakukan survei pemetaan dukungan penataan Kampoeng Heritage Kajoetangan.
Beberapa penilaian Kemenparekraf dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tersebut antara lain meliputi Daya Tarik Pengunjung baik destinasi alam atau buatan serta Seni dan budaya, keberadaan Homestay dan Toilet, suvenir baik kuliner, fesyen dan kriya, aspek digital dan kreatif, CHSE serta Kelembagaan Desa diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan serta berstandar internasional. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.