Mampu meraih surplus US$ 54,56 miliar yang disebut tertinggi sejak Indonesia Merdeka tahun 1945.

ADADIMALANG – Sebagai Ketua Association of South East Asian Nations (ASEAN), Indonesia dinilai mampu menunjukkan trend positif dalam bidang perdagangan meski dihantam pandemi Covid-19 hampir selama tiga tahun lamanya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Jerry Sambuaga saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Hasil-Hasil Perundingan Perdagangan Internasional Isu Prioritas ‘ASEAN Chairmanship‘ di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) pagi tadi, Kamis (22/06/2023).

Menurut Jerry, kegiatan sosialisasi terkait ASEAN Chairmanship tersebut perlu disampaikan agar tidak terjadi pemahaman yang salah terkait dengan posisi Indonesia yang saat ini menjadi Ketua ASEAN.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto : Agus Yuwono)
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto : Agus Yuwono)

“Ini penting karena Indonesia menjadi Ketua ASEAN agar isu-isu rasional juga membumi tapi di ketahui juga oleh para mahasiswa civitas akademi juga publik Indonesia. Perlu diketahui, pada bulan Desember 2022 lalu neraca perdagangan Indonesia surplus di angka signifikan hingga US$ 54,56 miliar dan itu tertinggi sepanjang sejarah Indonesia sejak Indonesia Merdeka 1945. Jadi kalau ada yang bilang ekspor kita lebih rendah daripada impor itu salah,” ungkap Jerry.

Bahkan Jerry lebih lanjut menambahkan di tahun 2023 hingga bulan Mei ini neraca perdagangan Indonesia kembali surplus di angka 16,48 miliar.

“Dengan posisi kita sebagai Ketua ASEAN ternyata menunjukkan trend positif karena neraca perdagangan kita terus surplus meskidihantam pandemi Covid-19 dan tidak pernah defisit hingga 36 bulan. Oleh karena itu kita harus optimis terhadap neraca perdagangan kita,” ujar pria berkacamata ini.

Terkait dengan ASEAN Chairmanship yang kali ini membawa tema digitalisasi, Jerry menegaskan posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN ini harus dipastikan akan mampu membawa produk-produk UMKM Indonesia akan menjadi produk unggulan di mancanegara.

“Saat ini kita mencoba beralih ke digitalisasi dimana kita berharap pelaku ekonomi kreatif akan dapat memberikan banyak pemasukan atau pendapatan bagi negara. Seperti yang disampaikan pak Wali Kota Malang tadi, ekspor game dan aplikasi ini tidak perlu lagi menggunakan kontainer ataupun melalui pelabuhan cukup klik klik klik saja sudah ada pendapatan yang besar,” ujar Jerry.

Meski demikian Wakil Menteri Perdagangan RI ini mengingatkan perlunya terobosan dan inovasi agar dapat menambah value produk ekonomi kreatif yang akan dipasarkan di mancanegara.

1.000 Pasar Telah Terdigitalisasi

Salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam hal digitalisasi saat ini ditargetkan ada 1.000 pasar yang telah terdigitalisasi.

“Sampai saat ini sudah lebih dari seribu pasar yang terdigitalisasi, yang pertama para pedagang telah menggunakan pembayaran secara cashless dengan menggunakan QRIS. Jadi bukan hanya persoalan kepraktisannya saja, tetapi juga inklusi keuangan dimana ini wujud digitalisasi itu hadir ke masyarakat khususnya pedagang pasar dimana kita bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ungkapnya didampingi Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji yang turut hadir di FEB UB.

Dengan digitalisasi yang dipergunakan para pedagang pasar tersebut menurut Wamendag akan membantu para pedagang jika ingin mendapatkan bantuan pendanaan dari perbankan.

“Jadi bagaimana inklusi keuangan ini hadir dan menyasar para pelaku usaha termasuk pedagang di pasar-pasar,” pungkas Wamendag RI, Dr. Jerry Sambuaga mengakhiri wawancara. (A.Y)