Pelaku UMKM dilatih agar mampu membuat Laporan Keuangan Sesuai PSAK ETAP.

ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sistem perekonomian nasional Indonesia diharapkan dapat tetap terjaga eksistensinya. Oleh karena itu, berbagai pihak turut berperan agar para pelaku UMKM ini tetap dapat bertahan dengan terus melakukan pengembangan  kualitas produk dan juga skill yang dimiliki para pelaku UMKM tersebut.

Salah satu penghambat yang seringkali menyebabkan UMKM menjadi sulit berkembang atau bahkan harus gulung tikar adalah pengelolaan keuangan yang acapkali masih tercampur dengan keuangan pribadi pelaku UMKM.

Bahkan menurut data Bank Dunia di negara berkembang itu hanya sekitar 30 persen pemilik bisnis UMKM memiliki pendidikan keuangan atau bisnis. Faktor pendidikan dan lain sebagainya menyebabkan para pelaku UMKM ini tidak mampu menyusun dan mengelola keuangan bisnis dengan efektif yang berimbas pengabaian pencatatan keuangan UMKM. Berdasarkan survei, sekitar 70 persen pelaku UMKM di negara berkembang tidak mencatat transaksi keuangannya secara teratur sehingga menyebabkan kesulitan dalam melacak arus kas dan pengeluaran bisnisnya.

Menyadari hal tersebut, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) dari Departemen Akuntansi berkolaborasi bersama BEM FEB UM memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan dan pembuatan laporan keuangan pada hari Minggu kemarin (09/07/2023).

“Pencatatan dan pengelolaan keuangan adalah keterampilan yang sangat penting yang dapat memberikan manfaat jangka panjang dan membantu mencapai tujuan keuangan dengan lebih baik. Itu tidak hanya berlaku untuk individu saja, tetapi juga untuk bisnis dan organisasi yang ingin berhasil dan bertahan dalam lingkungan ekonomi yang dinamis,” jelas Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UM, Setya Ayu Rahmawati, SE., MSA., Ak, CA., CRA.

Menurut Setya, pengelolaan keuangan merupakan hal yang memiliki peranan penting karena melalui pengelolaan keuangan tersebut dapat mengendalikan keuangan bisnis, menghindari utang yang tidak terkendali, pemantauan perkembangan dan pertumbuhan bisnis serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis.

“Akuntansi dan pengelolaan keuangan yang baik adalah pondasi yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan individu. Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam hal ini, pelatihan akuntansi dan pengelolaan keuangan menjadi semakin populer dimana akuntansi bukan lagi domain eksklusif bagi para akuntan profesional,” ujarnya.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk pelatihan kepada pelaku UMKM tersebut, para akademisi FEB UM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Jadi kali ini tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UM ini berkolaborasi dengan BEM FEB UM yang merupakan binaan dari Wakil Dekan 1 FEB UM yakni Dr. Satia Nur Maharani, SE., MSA., CSRS., CSRA., dengan menurunkan salah satu mahasiswa yakni Nur Islamiyati. Dengan melaksanakan ini para mahasiswa FEB UM juga mendapatkan pembelajaran tersendiri untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan di kampusnya selama kuliah,” ujar Setya.

Pelatihan pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan tersebut dilaksanakan di desa Pagersari, kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang merupakan salah satu komunitas ekonomi kreatif binaan KNPI Malang.

“Kami lakukan pelatihan dan pendampingan terhadap UMKM di Desa Pagersari dalam penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (PSAK ETAP),” jelas perempuan ramah ini.

Dengan pemberian pelatihan tersebut diharapkan para pelaku UMKM di desa Pagersari tersebut akan dapat mengaplikasikan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan yang akan berdampak pada pengembangan usaha UMKM di desa tersebut.

“Kegiatan ini juga menunjang sustainable development goals (SDGs),” pungkas Setya Ayu Rahmawati. (A.Y)