Diharapkan akan muncul policy brief yang akan menjadi guideline inovasi bagi kemaslahatan masyarakat kota Malang.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Dengan kebijakan satu instansi satu inovasi, Pemerintah Kota Malang telah mampu menghasilkan 108 inovasi yang dipergunakan bagi kepentingan masyarakat kota Malang.
Dalam rangka meningkatkan ekosistem inovasi yang semakin baik, Dosen jurusan Politik FISIP Universitas Brawijaya yakni Wawan Sobari, PhD bersama dengan Ibnu Asqori Pohan, MA., menggelar Focus Group Discussion (FGD) di hotel Savana mulai pagi tadi, Selasa (03/10/2023).
Kegiatan FGD yang digelar tersebut diakui Wawan sebagai hasil kerjasama dengan Bagian Organisasi Pemkot Malang sebagai wujud Pengabdian Kepada Masyarakat dirinya sebagai dosen sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian.
“Focus Group Discussion ini sebenarnya menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dari FISIP Universitas Brawijaya terutama kita berupaya untuk membantu memfasilitasi Pemerintah Kota Malang khususnya melalui Bagian Organisasi untuk dapat mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mendorong maupun menghambat implementasi pengembangan ekosistem inovasi pelayanan publik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang ” ungkap Wawan Sobari.
Dengan melakukan identifikasi teraebut menurut Wawan akan diketahui nilai-nilai inti yang harus diterapkan oleh Aparatur Sipil Negara yang saat ini lebih dikenal sebagai ASN Berakhlak.
“Tetapi intinya semua fokus kepada target dari ASN yang baik dimana salah satunya adalah dapat berinovasi untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada publik atau kepada masyarakat. Jadi kita hanya memfasilitasi Lewat FGD ini sehingga kita dapat mengetahui hal yang dapat diperbaiki dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang dapat dikembangkan atau dibuat di kota Malang untuk mendorong inovasi pelayanan publik dan implementasi nilai-nilai inti dari ASN Berakhlak,” jelas dosen bidang Politik Kreatif ini.
Ditanya goal atau output dari Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk FGD tersebut, Wawan menyampaikan hasil FGD akan dibuat menjadi sebuah ringkasan atau catatan kebijakan (policy brief) yang akan disampaikan kepada Wali Kota dan Sekretaris Daerah sehingga dapat membantu arah kebijakan.
“Minimal untuk tahun depan atau hingga 5 tahun ke depan policy brief tersebut dapat menjadi arah agar pengembangan inovasi ini tidak sporadis,” harap Wawan.
Sebanyak 108 inovasi dari jajaran Pemerintah Kota Malang menurut Wawan dari kacamata akademisi sudah masuk kategori Cukup dan kemudian perlu diukur dari nilai kemanfaatan kepada masyarakat.
“Semakin banyak inovasi seharusnya semakin memudahkan pelayanan, semakin memurahkan pelayanan dan semakin mendekatkan jangkauan. Layanan jadi mudah, murah dan semakin merata agar seluruh warga Kota Malang yang tinggal di tempat paling jauh dari pusat kota maupun paling dekat sama-sama memiliki kesempatan yang sama,” pungkas Wawan Sobari.
Ditemui di lokasi FGD, Kepala Bagian Organisasi Pemkot Malang, Boedi Utomo, SE., MSi., menyampaikan kebijakan inovasi Pemerintah Kota Malang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk dari satuan pendidikan maupun layanan dasar Puskesmas di Kota Malang.
“Memang sejak tahun 2019 sudah kita mulai untuk dimanajemenkan terkait data inovasi meskipun kota Malang ini sejak tahun 2015 yang lalu sudah melaksanakan inovasi yang beberapa itu justru menjadi inovasi top 45 nasional. Bahkan ada beberapa inovasi dari 108 inovasi yang ada saat ini sudah menjadi panutan di tingkat nasional,” ujar Boedi Utomo.

Dengan pelaksanaan FGD tersebut menurut Boedi harapannya inovasi-inovasi di Kota Malang dapat lebih berkembang dan lebih meningkat dengan fokus penyelesaian permasalahan yang secara estetis tadi itu muncul termasuk di dalamnya adalah pengentasan kemiskinan yang secara nasional mau diselesaikan.
“Semoga inovasi-inovasi ini mampu mengurangi jumlah penduduk miskin di wilayah kota Malang ini. Sinergitas dengan FISIP UB ini harapannya dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan dan juga berbagai persoalan-persoalan layanan masyarakat di Kota Malang ini,” ujar Boedi.
Dalam FGD yang diikuti oleh perwakilan OPD se-Pemkot Malang tersebut juga menghadirkan para ASN Berakhlak yang menjadi inovator dari berbagai inovasi-inovasi yang telah berhasil diciptakan di Kota Malang. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.