September tahun 2024 mendatang sudah siap beroperasional di KEK Singhasari.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Bertempat di Pendopo Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang, King’s College London (KCL) secara resmi bekerjasama dengan KEK Singhasari siang hari tadi, Senin (23/10/2023).
Kerjasama tersebut diwujudkan melalui penandantanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara KEK Singhasari dengan King’s College London dimana KEK Singhasari akan menyediakan lahan dan pembangunan kampus yang memiliki rangking 35 dunia ini.
Penandantanganan MoA antara KEK Singhasari dan King’s College London tersebut dilaksanakan di sela-sela simposium yang dilaksanakan di KEK Singhasari yang dihadiri langsung oleh Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Satya Bhakti Parikesit, Gubernur Jawa Timur, Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si dan perwakilan dari King’s College London serta tamu undangan lainnya.
CEO KEK Singhasari yakni David Santoso menyampaikan dalam waktu lima tahun ke depan diproyeksikan mahasiswa King’s College London akan dapat mencapai 700 orang dimana di tiga tahun pertama sudah mendapatkan lebih dari 300 mahasiswa.
“Jadi gedung yang kita persiapkan itu adalah gedung temporer untuk membuat pembelajaran agar para mahasiswa mendapatkan experience yang sempurna mengingat pembelajarannya lebih banyak menggunakan teknologi sehingga juga membutuhkan peralatan teknologi baik audio ataupun visual yang kita utamakan. Terutama koneksi super cepat yang hari ini juga sudah didukung oleh pemerintah sehingga di kawasan KEK Singhasari ini telah dapat memboardcast sehingga beberapa kegiatan dapat berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa ataupun pengajar di London,” ujar David Santoso.

Menurut David, dengan adanya MoA yang ditandatangi kedua belah pihak siang tadi maka King’s College London bersama dengan Singasari itu menyelenggarakan pendidikan dengan standar internasional sesuai standar dari King’s College London.
“Kami merasa sangat berbahagia ditunjuk dan dipercaya oleh King’s College London dan difasilitasi dengan baik oleh pemerintah sehingga dapat terwujud satu kerjasama jangka panjang sehingga dari satu program studi di lima tahun mendatang ini juga dapat dikembangkan hingga ke bidang resarch dan sebagainya,” ungkap David.
Mengingat September 2024 pembelajaran telah mulai dilaksanakan, David menegaskan pada bulan Agustus tahun depan penyiapan gedung dan sara prasarana pembelajaran ditargetkan selesai.
“Dari pihak King’s College London telah memberikan standar sesuai kebutuhan dan standar mereka, dimana apa yang telah KEK Singhasari lakukan dan sediakan telah dinilai baik dan sesuai dengan kebutuhan dan standar dari KCL,” pungkas David Santoso.
Kerjasama KEK Singhasari dengan KCL diapresiasi Gubernur Jawa Timur
Ditemui di lokasi yang sama, Gubernur Jawa Timur, Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menegaskan industri manufaktur di Jawa Timur diprediksi tahun depan akan mampu menembus di angka 34 persen atau telah melebihi target Indonesia tahun 2045 sebesar 30 persen.
“Dengan perkembangan industri manufaktur di Jawa Timur yang sangat pesat tersebut tentunya warga Jawa Timur tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton, sehingga kita harus melakukan banyak persiapan terutama kualifikasi SDM yang dibutuhkan untuk dapat memberseiringi percepatan industri manufaktur di Jawa Timur. KEK Singhasari ini salah satunya untuk peningkatan kualitas SDM kita. Apalagi saat ini telah resmi bekerjasama dengan King’s College London yang berada di rangking 35 dunia,” ungkap Gubernur Jawa Timur.
Adanya kerjasama KEK Singhasari bersama King’s College London tersebut menurut Khofifah KEK Singhasari akan dapat mendorong percepatan lahirnya SDM masyarakat dengan kualifikasi tertentu yang dibutuhkan untuk tidak sekedar memberseiringi industri manufaktur tentunya, termasuk digital marketing ataupun digital future dan kebutuhan lainnya.
“Dengan begitu maka dapat meningkatkan daya saing SDM Indonesia di antara negara-negara di dunia. Saya rasa penandatanganan kerjasama ini adalah titik awal untuk itu dimana kita semua berharap bahwa target September tahun 2024 sudah akan dapat dimulai dengan satu prodi dan awal 2025 juga akan ada tambahan satu prodi lagi dan seterusnya,” ungkap Khofifah.
Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengetahui tentang kerjasama KEK Singhasari dengan King’s College London dan Presiden berpesan agar standar penerimaan dan pembelajaran yang dilaksanakan di KEK Singhasari tetap menggunakan standar dari King’s College London yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang sangat termasyur di dunia.
Senada dengan Gubernur Jawa Timur, apresiasi positif juga disampaikan Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Satya Bhakti Parikesit yang juga hadir menyaksikan penandantanganan MoA antara KEK Singhasari dengan King’s College London.
“Kita menyambut baik kerjasama yang sudah dilakukan oleh KEK Singhasari dengan King’s College London yang merupakan satu wujud kontribusi positif untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pembangunan kita bukan hanya semata-mata ekonomi konteks infrastruktur manufaktur dan seterusnya karena semua ini harus didukung dengan SDM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” ungkap Satya Bhakti Parikesit.
Bhakti berharap masuknya King’s College London ke KEK Singhasari akan dapat disusul oleh perguruan tiggi luar negeri lainnya dimana akan membawa dampak positif ke kampus di Malang Raya ataupun di Indonesia untuk turut berkembang dengan melakukan kolaborasi.
“Nah kita ingin memastikan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Pak David di KEK Singhasari ini termasuk kerjasama dengan King’s College London ini dapat terwujud sesuai dengan yang kita harapkan semua,” pungkas Satya Bhakti Parikesit. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.