Dengan penerapan status Kota CSIRT akan meminimalisir terjadinya gangguan dan serangan siber.

ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Secara resmi PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., melaunching Malang sebagai Kota CSIRT (Computer Security Incident Response Team) pagi hari tadi, Rabu (08/11/2023).

Dalam kegiatan launching yang dilaksanakan di gedung Malang Creative Center (MCC) tersebut dihadiri pula Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin dan juga Direktur Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSNHasto Prastowo, SKOM,. MM., yang hadir bersama jajarannya, termasuk Kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah kota Malang.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Muhammad Nur Nurwidianto, S.Sos., menyampaikan bahwa terwujudnya Kota Malang sebagai Kota CSIRT merupakan implementasi dari instruksi dari BSSN yang diteruskan ke Diskominfo Pusat, provinsi hingga ke Diskominfo di Kota/Kabupaten, termasuk di kota Malang.

Kepala Kominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos saat menyampaikan laporan kegiatan launching Malang Kota CSIRT
Kepala Kominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos saat menyampaikan laporan kegiatan launching Malang Kota CSIRT

“Pada tahun 2021 lalu telah dilakukan peningkatan kapasitas Sumber daya informasi Pemerintah Daerah yang bekerjasama dengan BSSN, kemudian di tahun 2022 juga dilakukan desiminasi untuk mewujudkan Malang Kota CSIRT dan tahun 2023 dilakukan pembentukan SMKI dan Tim Tanggap insiden Siber hingga proses launching Malang kota CSIRT hari ini,” ujar Nur Widianto.

Menurut pria ramah ini, selama bulan Januari 2023 hingga Oktober 2023 tercatat telah terjadi 37 kali serangan ke domain Kota Malang atau rerata tiga hingga empat kali serangan setiap bulan mulai dari level low, medium hingga high.

“Secara kuantitaif memang masih dua digit, tapi iika dibiarkan akan menjadi masalah yang lebih berat. Oleh karena itu, dengan launching Kota CSIRT dan juga pembentukan beberapa tim sebagai pelaksananya harapannya akan dapat menanggulangi atau meminimalisir terjadinya serangan atau gangguan siber di wilayah Kota Malang,” ungkap Kepala Diskominfo Kota Malang.

Apresiasi positif diberikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan launching tersebut.

“Kota Malang menjadi kota CSIRT ke-15 di wilayah Jawa Timur yang juga membuat Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah terbanyak yang telah terbentuk Kota CSIRT. Dan kami sangat mengapresiasi launching Malang sebagai Kota CSIRT yang menurut kami momentumnya sangat tepat mengingat tahun 2024 mendatang sudah memasuki tahun politik dengan adanya Pemilu dimana jumlah gangguan atau serangan siber itu semakin tinggi dan semakin beragam modus operandinya,” ungkap Sherlita Ratna Dewi Agustin.

Memperkuat penjelasannya, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa di wilayah Jawa Timur hingga saat ini tercatat telah terjadi gangguan sebanyak 2.497.000 kali dan ditemukan gangguan malware hingga 25.979 kali.

“Mau Pemilu atau tidak ternyata gangguan dan serangan siber itu semakin meningkat. Namun dengan launching Kota CSIRT ini maka dapat meminimalisir terjadinya atau peningkatan gangguan dan serangan itu, “ pungkas Sherlita Ratna Dewi Agustin

PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MT saat menerima sertifikat Malang Kota CSIRT dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MT saat menerima sertifikat Malang Kota CSIRT dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Senada dengan Diskominfo Provinsi Jawa TImur, dukungan dan apresiasi juga disampaikan Direktur Keamanan BSSN, Hasto Prastowo, SKOM,. MM., yang menilai Malang sebagai Kota CSIRT yang menjadi kebutuhan yang perlu sekali diwujudkan saat ini.

“Kami sangat mendukung atas terwujudnya Malang Kota CSIRT hari ini dimana saat ini data sebagai aset digital saat ini telah menjadi sumber kekayaan yang dapat menjadi bahan untuk pembuatan analisa berbagai bidang. Sehingga pentingnya menjaga aset digital kita. Dan semakin tinggi pemanfaatan teknologi informasi maka itu akan berbanding lurus dengan ancaman dan serangan yang akan diterima sehingga perlu keamanan untuk mengatasinya, salah satunya dengan membentuk CSIRT ini,” ungkap Hasto Prastowo.

Menurut Hasto, Presiden Joko Widodo telah menargetkan terbentuknya 100 CSIRT dimana kota Malang merupakan kota ke 55 yang mendaftar sebagai kota CSIRT di BSSN, dan diharapkan CSIRT diharapkan dapat mendukung SPBE untuk terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

Sebelum melaunching Malang Kota CSIRT, PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menegaskan di masa yang akan datang termasuk saat memasuki masa Pemilu tahun 2024 mendatang maka keamanan siber memang sangatlah diperlukan dan Pemkot Malang sangat mendukung terwujudnya keamanan siber tersebut.

“Kenapa launching Malang Kota CSIRT ini dilakukan di Malang Creative Center (MCC) yang merupakan pusat kegiatan kreatif di Kota Malang, karena memang harus dilakukan di MCC dengan alasan Ekonomi kreatif di Kota Malang ini berkembang sangat pesat dan kita memiliki potensi yang luar biasa. Pelaku ekonomi kreatif kita itu banyak sekali yang menggunakan teknologi digital sehingga jika keamanan siber itu tidak terjamin maka perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang ini juga dapat terganggu,” ujar Pj. Wali Kota Malang.

Pj Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MT., saat memberikan sambutan sebelum launching Malang kota CSIRT pagi tadi
Pj Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MT., saat memberikan sambutan sebelum launching Malang kota CSIRT pagi tadi

Menurutnya, dengan Kota CSIRT ini maka tantangan ke depan akan banyaknya ancaman dan serangan siber ini akan mampu dihadapi tentunya bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Diskominfo Porvinsi dan juga BSSN.

“Semakin canggih teknologi maka ancaman atau serangan siber juga akan semakin banyak, oleh karena itulah kehadiran Kota CSIRT ini dibutuhkan,” pungkas Wahyu Hidayat.

Usai launching Malang Kota CSIRT bersama Hasto Prastowo dan juga Sherlita Ratna Dewi Agustin serta Ketua Penggerak PKK Kota Malang, PJ Wali Kota Malang menerima Sertifikat Kota CSIRT kepada Pemerintah kota Malang yang diberikan oleh perwakilan BSSN. (A.Y)