Manfaatkan Limbah Jahe Tak Lolos Ayakan, Dua Mahasiswi FTP UB Beri Solusi Ubah Jadi Gummy Ginger

Manfaatkan sisa bahan baku yang tak lolos ayakan dan akan dibuang, dua mahasiswi FTP Ubah mampu merubahnya menjadi Permen Jahe sehat (Foto : Agus Yuwono)
Manfaatkan sisa bahan baku yang tak lolos ayakan dan akan dibuang, dua mahasiswi FTP Ubah mampu merubahnya menjadi Permen Jahe sehat (Foto : Agus Yuwono)

Menjawab permasalahan pelaku UMKM minuman Jahe agar tidak ada bahan baku yang terbuang sia-sia.

ADADIMALANG.COM | Kampus UB – Dalam produksi suatu produk biasanya akan selalu ada sisa produk atau limbah yang akan dibuang. Limbah tersebut dapat berupa sisa produksi ataupun bahan baku yang tidak memenuhi standar untuk dipergunakan.

Melihat adanya bahan baku Jahe dan Serai yang tidak lolos ayakan karena ukurannya melebihi standart yang dibutuhkan oleh salah satu UMKM di Kota Malang yang memproduksi minuman Jahe, dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) yakni Cahyaningrum Putri Ardiani dan Risma Mareta Anggraeni melakukan penelitian dan juga menciptakan produk baru dari limbah yang akan terbuang tersebut.

Manfaatkan sisa bahan baku yang tak lolos ayakan dan akan dibuang, dua mahasiswi FTP Ubah mampu merubahnya menjadi Permen Jahe sehat (Foto : Agus Yuwono)
Manfaatkan sisa bahan baku yang tak lolos ayakan dan akan dibuang, dua mahasiswi FTP Ubah mampu merubahnya menjadi Permen Jahe sehat (Foto : Agus Yuwono)

“Jadi dari setiap sepuluh kilogram bahan baku basah untuk membuat minuman Jahe tersebut nantinya akan tersisa sekitar tiga kilogram bahan baku kering yang siap diproses, sementara sepuluh persen dari tiga kilogram tersebut tidak lolos ayakan dan akan terbuang. Bahan baku yang akan dibuang tersebut kandungannya sama dengan bahan yang lolos sehingga kita berpikir sayang sekali jika tidak diubah menjadi produk lain dan hanya dibuang saja,” ujar Cahyaningrum Putri Ardiani yang menjadi ketua tim.

Dengan bimbingan dosen FTP UB yakni Dr. Widya Dwi Rukmi, kedua mahasiswi tersebut akhirnya mampu menciptakan Gummy Ginger (permen Jahe lunak) dari sisa bahan yang tidak lolos ayakan tersebut.

“Sepuluh persen atau 300 gram bahan baku tidak lolos ayakan yang akan dibuang itu kan cukup banyak ya dan sayang jika hanya terbuang sia-sia, padahal setelah kami ollah 300 gram tersebut dapat menjadi sekitar 60 box gummy gingger yang memiliki manfaat meningkatkan imunitas tubuh, antiinflamasi, antikanker, mencegah rasa mual dan muntah serta mengurangi penyakit pencernaan. Dan kalau dijual di pasaran, satu box bisa dijual seharga Rp.15 ribu,” ujar Cahyaningrum.

Setelah berhasil membuat produk Gummy Ginger tersebut, rencananya kedua mahasiswa FTP UB tersebut akan memberikan formula dan cara pembuatannya kepada pelaku UMKM tempat mereka mengambil bahan baku Gummy Ginger tersebut.

“Ya nanti akan kami serahkan kepada para pelaku UMKM minuman jahe itu agar menjadi solusi dari limbah bahan baku yang tidak lolos ayakan itu dapat dirubah menjadi produk lain yang masih dapat dijual. Dengan begitu maka tidak ada bahan baku yang terbuang sia-sia,” pungkas Cahyaningrum Putri Ardiani.

Selain mampu membuat inovasi Gummy Ginger, kedua mahasiswi ini juga mampu merubah bahan yang sama menjadi cookies (kue) yang juga nikmat dan sehat untuk dinikmati dengan cita rasa yang berbeda.

Dengan melakukan inovasi tersebut, Cahyaningrum dan Risma Mareta Anggraeni berharap mahasiswa dapat juga memberikan solusi atau turut berperan dalam menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini