Masih ada tiga tahapan yang krusial dan membutuhkan pengawasan.
ADADIMALANG.COM | Kota Surabaya – Sebanyak 100 orang yang mewakili awak media yang ada di berbagai wilayah di Jawa Timur dikumpulkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur di Hotel Majapahit Surabaya untuk mengikuti media gathering Kolaborasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur Dengan Awak Media Untuk Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024.
Kegiatan selama dua hari tersebut menghadirkan dua pemateri yakni Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, S.H., M.S. dan juga Ismail Fahmi, Ph.D. selaku Direktur Drone Emprit.
Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati menegaskan Bawaslu merasa kegiatan gathering dengan media sangatlah penting karena media memiliki peran penting terhadap eksistensi demokrasi di Indonesia.
“Media dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga dapat meredam hoax dan konflik yang akan muncul. Saat ini ada beberapa tahapan yang dilakukan yakni ada tahapan tahapan pemutakhiran data, tahapan pengawasan logistik dan juga yang terakhir adalah tahapan kampanye sehingga Bawaslu membutuhkan untuk bermitra dengan media,” ujar Endah.
Menurutnya, media memiliki peran yang penting untuk memberikan informasi yang valid, berimbang dan memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga sangatlah tepat jika awak media menjadi partner dalam hal pengawasan partisipatif Pemilu.
“Kita ini kan ada namanya pengawasan partisipatif ya sehingga kita merangkul teman-teman media dengan satu visi misi yang sama yaitu menjaga demokrasi sehingga kita ajak juga untuk mengawasi bersama proses demokrasi yang sedang berjalan di negara kita yaitu pemilu maupun setiap tahapan yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Terkait dengan laporan dugaan pelanggaran yang telah diterima Bawaslu Jawa Timur, Endah menegaskan ada 13 laporan pelanggaran yang masuk sejak bulan November 2023 yang terkait dengan netralitas ASN termasuk TNI Polri, dugaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran administrasi yang membutuhkan pengawasan.
“Mari kita bersinergi bersinergi untuk menjaga demokrasi dalam proses pemilu 2024 mendatang,” pungkas Dwi Endah Prasetyowati. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.