Ada Beberapa Hal Yang Berbeda Dengan Pemilu 2019, KPU Kota Malang Sosialisasikan PKPU Nomor 23 Tahun 2024

Sosialisasi diikuti perwakilan Parpol, ormas dan juga media massa.

ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Dengan tujuan memberikan wawasan dan pemahaman akan regulasi tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilu tahun 2024 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggelar sosialisasi mulai siang hari tadi, Rabu (31/01/2024).

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Harris Malang tersebut mengundang perwakilan Partai Politik peserta Pemilu 2024, perwakilan organisasi masyarakat dan juga perwakilan media massa.

Dalam laporannya, Sekretaris KPU Kota Malang yakni Dedy Tri Wahyudi Suryo Putro menyampaikan sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi terkait peraturan KPU nomor 25 tahun 2023 agar diketahui oleh masyarakat secara luas.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini maka diharapkan adanya peningkatan pemahamanan masyarakat terkait Pemungutan Dan Penghitungan Suara Dalam Pemilu Tahun 2024,” ungkap Dedy.

Sementara itu Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtyas sebelum membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan sosialisasi aturan PKPU nomor 25 tahun 2023 tersebut perlu dilakukan karena adanya beberapa hal teknis pelaksanaan yang berbeda dengan Pemilu 2019 lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Aminah Asminingtyas saat membuka kegiatan sosialisasi PKPU nomor 25 tahun 2023 (Foto : Agus Yuwono)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Aminah Asminingtyas saat membuka kegiatan sosialisasi PKPU nomor 25 tahun 2023 (Foto : Agus Yuwono)

“Hanya tinggal beberapa hari aja kita akan melaksanakan Pesta Demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024 yang akan dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kenapa regulasi PKPU nomor 25 tahun 2023 ini perlu disampaikan karena ada beberap hal yang berbeda meski dasar rujukannya sama yakni Undang-Undang nomor 7 tahun 2017,” ungkap Aminah.

Salah satu hal yang berbeda saat Pemilu tahun 2024 ini adalah adanya alat bantu rekapitulasi suara secara elektronik yang diberi nama Si Rekap.

“Semoga juga terjadi peningkatan partisipasi pemilih di Kota Malang dan tidak golput, mengingat di Pemilu 2019 lalu KPU Kota Malang mampu melebihi target partisipasi secara nasional,” ujar Aminah Asminingtyas.

Menurut Aminah, ada empat tahapan dalam pelaksanaan Pemilu yakni persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara dan yang terakhir adalah penghitungan suara yang dilaksanakan pada hari H di tanggal 14 Februari 2024. jika tidak selesai maka diberi waktu tambahan 12 jam.

“Kemudian setelah tanggal 15 Februari akan dilaksanakan tahapan berikutnya yaitu rekapitulasi di PPK, jadi meskipun suara di TPS itu dikumpulkan di PPS namun rekapitulasinya tetap di PPK di kecamatan yang dilaksanakan sejak tanggal 15 hingga tanggal 20 Maret 2024. Sehingga dengan begitu pada tanggal 20 Maret 2024 secara umum kita sudah dapat mengetahui hasil rekapitulasi penghitungan suara di TPS sampai di pusat,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi kali ini menghadirkan dua narasumber yakni Deny Rachmat Bachtiar selaku Komisioner KPU Kota Malang Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu serta M. Hasbi Ash Shiddiqy selaku Komisioner Badan Pengawas Pemilu (BAwaslu) Kota Malang. Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan sosialisasi masih tengah berlangsung. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini