Sosialisasikan Penggunaan QRIS, BI Malang Beri Minyak Goreng 1 Liter Bagi Yang Mau Scan QRIS

Petugas sedang memberikan minyak goreng kepada masyarakat yang melakukan scan barcode usai menukar uang baru pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
Petugas sedang memberikan minyak goreng kepada masyarakat yang melakukan scan barcode usai menukar uang baru pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)

Disediakan 900 liter minyak goreng dalam momen oenukaran terpadu uang baru di Gedung Kartini pagi tadi.

ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini berdampak pada berbagai bidang yang memanfaatkan teknologi untuk mempermudah layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. Tak terlepas pula di bidang ekonomi, dimana transaksi secara non tunai mulai marak dan lazim dipergunakan masyarakat. Sayangnya masih belum semua lapisan masyarakat tahu atau familiar dengan pembayaran secara non tunai menggunakan QRIS.

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia (BI) semakin banyak dipergunakan karena dinilai memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pembayaran tunai yang selama ini dipergunakan.

Dalam rangka menyosialisasikan penggunaan layanan non tunai dengan QRIS, di momen layanan Penukaran Terpadu di Gedung Kartini pagi tadi, kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menyediakan sebanyak 900 liter minyak goreng bagi masyarakat yang telah selesai menukar uang baru dan mau melakukan scan QRIS di lokasi.

“Jadi kita sediakan satu liter minyak goreng sebagai souvenir bagi masyarakat yang membayar minyak goreng hanya dengan harga Rp.2.024 dengan menggunakan QRIS. Hal ini untuk mendorong masyarakat faham dan mau menggunakan QRIS sebagai layanan pembayaran non tunai,” ungkap Kepala BI Malang, Febrina pagi tadi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina saat memberikan sambutan dalam kegiatan penukaran Terpadu 2024 (Foto : Agus Yuwono)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina saat memberikan sambutan dalam kegiatan penukaran Terpadu 2024 (Foto : Agus Yuwono)

Menurut Febrina, ada kelompok masyarakat yang tidak pernah menggunakan QRIS karena belum pernah menggunakan atau takut menggunakan atau tidak tahu caranya, termasuk takut terkena banyak potongan karena menggunakan QRIS.

“Oleh karena itu kami dorong masyarakat untuk menggunakan layanan non tunai QRIS dan mendapat souvenir satu liter minyak goreng. Dengan menggunakan QRIS maka transaksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dapat melakukan pembayaran hingga nilai Rp.1 yang tentunya akan mempermudah pembayaran atau transaksi masyarakat” ungkap Febrina.

Ditemui usai melakukan scan QRIS dan mendapatkan minyak goreng seharga Rp.2.024, Ari yang merupakan warga dari kecamatan Klojen kota Malang mengaku semakin percaya diri dan nyaman setelah mencoba menggunakan Qris.

“Alhamdulillah belajar menggunakan Qris malah dapat minyak goreng murah. Ternyata mudah ya menggunakan Qris dan cepat untuk membayar. Jadi tidak takut-takut lagi bayar melalui handphone ya,” ungkap Ari.

Mengakhiri wawancara, Febrina mengaku dana yang dibayarkan masyarakat sebesar Rp.2.024 untuk ditukarkan minyak goreng tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan sosial ke depannya. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini