Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Kinerja Pendapatan Asli Daerah Kota Malang kembali mencuri perhatian. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kota ini berhasil masuk 10 besar daerah dengan peningkatan PAD paling tajam di Indonesia.

Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si., menjelaskan bahwa penilaian dilakukan langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kota Malang tercatat sebagai satu-satunya daerah yang bukan ibu kota provinsi maupun kota penyangga, namun tetap berhasil menembus daftar tersebut.

Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si., saat bersama dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA., di kantor Bapenda Kota Malang (Foto : Agus Yuwono)
Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si., saat bersama dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA., di kantor Bapenda Kota Malang (Foto : Agus Yuwono)

“Kita tidak tahu ya karena yang menilai itu langsung dari Kementerian Keuangan RI. Meskipun tidak menjadi nomor satu, namun Kota Malang tetap istimewa karena dari 10 kota yang terpilih tersebut lima kota merupakan ibukota provinsi dan empat kota lainnya adalah kota penyangga. Yang tidak menyandang status ibukota provinsi dan kota penyangga hanya Kota Malang saja,” ungkap Handi.

Capaian ini juga menjadi salah satu alasan Kota Malang ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2025. Salah satu agendanya adalah kunjungan kepala daerah ke kantor Bapenda Kota Malang untuk studi banding serta pelaksanaan Focus Group Discussion.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga turut memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota dengan peningkatan PAD terbaik di Jawa Timur.

“Kalau di tingkat nasional Kota Malang ini termasuk yang peningkatannya tajam, karena dari tahun 2021 PAD kita ada di angka Rp350 miliar. Tahun lalu, perolehan PAD sudah mencapai sekitar Rp700 miliar, dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar Rp70 hingga Rp100 miliar,” pungkas Handi.

Lonjakan penerimaan daerah yang hampir dua kali lipat dalam empat tahun menjadi sinyal kuat bahwa Kota Malang mampu meningkatkan kinerja fiskal dan strategi pengelolaan pajak daerah. Capaian ini bukan hanya prestasi administratif, tetapi juga indikator kekuatan ekonomi lokal dan kontribusi masyarakat terhadap pembangunan. (Red)