Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., menilai keterlibatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan bentuk pembelajaran langsung di tengah masyarakat.
“Mahasiswa FKH UB bisa terjun langsung ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di kampus. Kegiatan ini menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi mahasiswa,” ungkap Prof. Widodo.
Menurutnya, Universitas Brawijaya ingin turut mengambil peran agar pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung lebih baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Fakultas Kedokteran Hewan memiliki tugas dan fungsi di bidang tersebut, sehingga mahasiswa dan dosennya diterjunkan untuk memeriksa kondisi hewan kurban agar masyarakat terhindar dari penyakit menular dari hewan ke manusia. Selain itu juga untuk menjaga kualitas hewan kurban sekaligus memperhatikan kesejahteraan hewan. Karena itu saya sangat mengapresiasi langkah Bu Dekan dan tim yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban bisa berjalan lebih baik,” jelasnya.
Prof. Widodo menambahkan, kegiatan pemeriksaan hewan kurban menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Ditemui di lokasi kegiatan, Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menjelaskan bahwa tahun ini FKH UB menerjunkan lebih dari 900 mahasiswa dari jenjang sarjana maupun profesi dokter hewan untuk membantu pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Jumlah tersebut sedikit lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“InshaAllah seluruh mahasiswa FKH UB kami libatkan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Walaupun proses penyembelihan berlangsung satu atau dua hari, secara teknis tugas kami dimulai sejak sebelum Iduladha hingga selesainya hari tasyrik. Jadi hampir selama satu minggu mahasiswa sudah turun ke lapangan untuk membantu pemeriksaan antemortem maupun postmortem,” jelas drh. Dyah Ayu.

Ia menyebut Hari Raya Idul Adha juga menjadi momentum penting bagi profesi dokter hewan untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Pada momen Idul Adha ini kami tidak hanya bertugas melakukan pemeriksaan hewan kurban, tetapi juga menjalankan tanggung jawab profesi dokter hewan dalam mendukung pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang aman dan sehat di masyarakat,” katanya.
FKH UB, lanjut drh. Dyah Ayu, memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban maupun memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia penyembelihan.
“Jumlah mahasiswa kami setiap tahun sekitar 900 orang, terdiri dari mahasiswa sarjana dan profesi dokter hewan. Jumlah petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban relatif stabil setiap tahun, namun tahun ini ada tambahan dosen baru yang ikut memperkuat tim pemeriksa dari FKH UB,” pungkasnya. (A.Y)
