Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Melihat potensi ekonomi yang belum tergarap di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, sejumlah dosen STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) kembali turun ke desa untuk memberikan pelatihan bagi warga desa khususnya ibu-ibu PKK desa.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang rutin dilakukan kampus STIE Malangkuçeçwara tersebut sejak lebih dari satu dekade. Tepatnya sejak tahun 2011 lalu.
Pelatihan kali ini digelar di Balai Desa Argosari dan diikuti lebih dari 40 pengurus dan kader PKK dari tiga dusun di desa Argosari, dengan fokus pelatihan adalah pengolahan limbah usus ayam menjadi kripik, mengingat di sekitar desa terdapat pabrik potong ayam dengan produksi limbah usus hingga dua ton namun belum termanfaatkan secara maksimal.
Hal tersebut yang menjadi alasan bagi Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara, Dra. Dwi Danesty Deccasari, MM., memilih tema pelatihan hari ini.
“Pelatihan pembuatan kripik usus ayam ini dilaksanakan karena ada potensi usus yang tidak digunakan hingga dua ton. Menurut kami ini dapat dimanfaatkan sehingga usus yang awalnya tidak terpakai ini dapat memiliki nilai lebih,” ungkap Dwi Danesty.
Ia menambahkan bahwa tahap berikutnya akan mencakup materi mengenai packaging, pemasaran, hingga distribusi agar produk bisa bersaing di pasaran.

“STIE Malangkuçeçwara telah mendampingi dan membina warga desa Argosari ini sejak 2011 atau lebih dari 13 tahunan dengan pembinaan yang berbeda-beda materi dan fokus pembinaannya. Kita sesuaikan materi yang kita sampaikan itu dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” pungkas Danesty.
Pelatihan berlangsung aktif dan meriah karena peserta tidak hanya menerima teori tetapi juga praktik langsung mengolah dan menggoreng kripik usus hingga mencicipi hasilnya. Tim Pengabdian yang juga beranggotakan Yuyuk Liana, SE., MM., dan Drs. Marli, MM., ini juga melibatkan mahasiswa STIE Malangkuçeçwara saat pelaksanaan pelatihan.
Terkait dengan pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Argosari, Tutik Maslukha.
“Kita merasa sangat terbantu sekali dengan adanya kegiatan pengabdian dari dosen STIE Malangkuçeçwara ini, dimana kali ini memberikan pelatihan pembuatan usus kepada ibu PKK desa kami,” ungkap Tutik Maslukha.
Ia melihat pelatihan ini sebagai langkah awal untuk menggerakkan kader PKK sebelum memperluas produksi kepada ibu rumah tangga di seluruh desa. Beberapa desa sekitar Argosari telah lebih dulu mengolah usus menjadi produk jual, sehingga momen ini dinilai tepat untuk membuka peluang usaha serupa di Argosari.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Malangkuçeçwara, Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si., yang berharap masyarakat bisa memaksimalkan pengetahuan yang diberikan.
“Semoga nantinya masyarakat dapat memanfaatkan dan mengolah usus ini menjadi produk yang laku di pasaran. Tentunya itu akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga yang akan berdampak pada kesejahteraan warga desa Argosari,” pungkas Siti Munfaqiroh. (A.Y)
