Jakarta | ADADIMALANG.COM — Dunia sepak bola antar kampung yang selama ini hidup di akar rumput masyarakat Indonesia akan hadir di layar lebar lewat film Bapakmu Kiper. Film komedi olahraga ini menjadi proyek perdana Entelekey Sinema Indonesia, rumah produksi di bawah Entelekey Media Indonesia, dan dijadwalkan rilis di bioskop pada 2026.

Film ini mempertemukan kembali Fedi Nuril dan Ali Fikry sebagai ayah dan anak, sebuah relasi yang menjadi pusat emosi cerita. Disutradarai Ody C. Harahap, Bapakmu Kiper juga dibintangi Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, serta sejumlah aktor lainnya. Naskah film ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.

Cerita berfokus pada Ronaldhino Sujatmiko atau Dino, remaja 18 tahun yang menyimpan luka terhadap ayahnya, Warto. Sejak tujuh tahun lalu, Dino meyakini kematian ibunya adalah akibat kelalaian sang ayah. Warto yang sehari hari bekerja sebagai tukang ikan dikenal sebagai mantan jago tarkam, namun lebih piawai dalam urusan judi bola ketimbang mengurus keluarga. Sejak itu, Dino memilih untuk tidak menaruh harapan besar pada sosok ayahnya sendiri.

Kesempatan Dino untuk keluar dari kehidupan kampung terbuka melalui Tarkam Super Cup, turnamen terakhir yang menjadi panggung pencari bakat sebelum pintu menuju liga profesional tertutup. Masalah muncul ketika tim andalan Dino direbut pihak lain menjelang laga final. Dalam upaya menebus kesalahan masa lalu, Warto nekat membentuk tim baru yang diisi para pemain senior yang dijuluki Serigala Tua. Kondisi fisik yang tidak lagi prima, persiapan yang minim, hingga keputusan meminta bantuan dukun menjadi pertaruhan yang bisa menentukan masa depan Dino.

Fedi Nuril menyebut Bapakmu Kiper menawarkan sudut pandang yang jarang diangkat dalam film Indonesia.

“Banyak film tentang sepak bola profesional, tapi cerita soal tarkam, pertandingan antar kampung, jarang sekali muncul. Itu yang membuat saya tertarik ikut terlibat dalam film Bapakmu Kiper. Ceritanya lucu, hangat, dan punya kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia,” ujar Fedi.

Selain menyoroti hubungan ayah dan anak, film ini juga memotret tarkam sebagai dunianya sendiri. Di sanalah bakat muda diuji, ambisi tumbuh, dan solidaritas terbentuk di tengah persaingan yang keras namun akrab. Pendekatan ini memberi ruang bagi sutradara untuk mengeksplorasi visual dan komedi yang dekat dengan kehidupan sehari hari masyarakat.

“Ini pertama kalinya saya menggarap film bertema olahraga, dan justru itu yang membuat saya semakin bersemangat. Dunia tarkam itu punya banyak hal menarik untuk diangkat ke layar lebar, dari dinamika pemain, persaingan sengit di lapangan, sampai momen momen lucu yang akrab dengan kehidupan kampung,” tutur Ody C. Harahap.

Produser film, Arci Fadillah, menilai kolaborasi ini menjadi kekuatan utama proyek perdana ESI.

“Kami menggandeng Mas Ody karena gaya penyutradaraannya dan sentuhan komedinya pas dengan film Bapakmu Kiper, begitu juga tim Katatinut. Kolaborasi ini membuat kami yakin Bapakmu Kiper akan jadi film komedi olahraga yang seru dan menghibur,” ujarnya.

Sebagai langkah awal Entelekey Sinema Indonesia di industri perfilman, Bapakmu Kiper juga menjadi penanda arah kreatif perusahaan ke depan. Film ini diposisikan sebagai ujian awal dalam menetapkan standar produksi, narasi, dan genre yang akan terus dikembangkan.

“ESI hadir sebagai lini produksi film di bawah EMI, dengan komitmen menghadirkan cerita cerita yang rapi, kuat secara kreatif, dan relevan bagi penonton. Melalui Bapakmu Kiper sebagai proyek perdana, kami berharap dapat berkontribusi pada perkembangan film Indonesia sekaligus menetapkan standar bagi karya karya kami ke depan,” kata Garnet Geraldine, Direktur Utama ESI.

Proses produksi Bapakmu Kiper akan segera dimulai. Informasi dan pembaruan resmi mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial entelekeymediaid dan @filmbapakmukiper. (Red)