Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Konflik internal di tubuh DPD Partai Golkar Kota Malang memasuki babak baru yang semakin menegangkan. Setelah sebelumnya sempat dibuka secara paksa oleh pihak tidak dikenal, para kader kembali menyegel kantor yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman tersebut pada sore hari tadi, Sabtu (03/01/2026). Aksi ini merupakan buntut panjang dari ketidakpuasan atas pelaksanaan Musyawarah Daerah XI yang dinilai cacat prosedur.

Ketegangan bermula dari penilaian para kader yang memiliki hak suara terhadap pelaksanaan Musda XI beberapa waktu lalu; yang  memilih untuk keluar dari forum karena menganggap proses transisi kepemimpinan tersebut sudah melenceng jauh dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai, terutama terkait petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknis Musda.

Sebagai bentuk protes keras, sejumlah kader dari berbagai organisasi sayap dan badan di bawah naungan Golkar melakukan pemblokadean akses masuk kantor menggunakan kayu, bambu, hingga banner besar. Namun, ketenangan sempat terusik ketika segel yang dipasang pada 14 Desember 2025 itu dilepaskan secara sepihak oleh orang tidak dikenal.

Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Malang, Agus Sukamto, menjelaskan bahwa pelepasan segel tersebut memicu ketersinggahan di kalangan kader. Menurut Agus, laporan dari kader menunjukkan bahwa oknum yang membuka blokade tersebut diduga kuat bukan merupakan anggota resmi atau kader partai Golkar karena tidak mengenakan atribut seragam kuning khas Golkar.

“Jadi berdasarkan informasi dari teman-teman kader, ada orang yang melepaskan segel dan berbagai barang yang memblokade pintu masuk. Yang melepas itu bukan kader Golkar karena tidak mengenakan seragam Golkar, sehingga saya juga tidak berani menyebut yang melepaskan itu dari kubu Djoko Prihatin atau siapa, pokoknya bukan kader Golkar,” ungkap Agus Sukamto.

Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Malang, Agus Sukamto saat memberikan keterangan kepada wartawan sore tadi (Foto : Agus Yuwono)
Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Malang, Agus Sukamto saat memberikan keterangan kepada wartawan sore tadi (Foto : Agus Yuwono)

Mendengar laporan tersebut, Agus kemudian diminta oleh para kader untuk menyaksikan langsung aksi penyegelan kembali kantor DPD Golkar Kota Malang sebagai bentuk pernyataan sikap yang lebih tegas.

Kondisi ini ternyata menyimpan ancaman yang jauh lebih besar bagi stabilitas partai di Kota Malang. Mantan Wakil Ketua DPD Golkar Kota Malang, Nugroho, yang turut mendampingi Agus di lokasi, mengungkapkan adanya potensi perpindahan massa secara besar besaran jika aspirasi para kader tetap diabaikan.

Tidak main main, sekitar 500 Kartu Tanda Anggota telah dikumpulkan oleh para kader yang merasa kecewa sebagai simbol kesiapan mereka untuk keluar dari naungan Pohon Beringin.

Yang miris adalah jika tidak ada aksi sore hari ini, maka ratusan kader Partai Golkar kota Malang sudah siap keluar dari Partai Golkar dan eksodus. Ini Kartu Anggota mereka sudah dikumpulkan, kurang lebih sudah ada 500 KTA. Ini asli dan bukan kita cetak baru ya, tegas Nugroho sembari menunjukkan tumpukan fisik kartu anggota tersebut.

Tumpukan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar Kota Malang yang telah dikumpulkan oleh kader untuk diserahkan kembali ke Partai jika aspirasi mereka tidak didengar (Foto : Agus Yuwono)
Sebagian Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar Kota Malang yang telah dikumpulkan oleh kader akan diserahkan kembali ke Partai jika aspirasi mereka tidak didengar (Foto : Agus Yuwono)

Hingga berita ini diturunkan, suasana di depan kantor DPD Golkar Kota Malang masih tertutup rapat oleh material segel ataupun barang-barang yang memblokadi pintu masuk kantor. Para kader menuntut adanya pembenahan serius agar marwah partai tetap terjaga sesuai aturan organisasi yang berlaku. (A.Y)