Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebanyak 322 mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata tahun 2026 di 23 kelurahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pemberangkatan berlangsung di lapangan Kampus Dieng Universitas Brawijaya pagi tadi, Senin (12/01/2026).

Pelepasan mahasiswa KKN Vokasi UB kali ini terasa istimewa karena dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang didampingi Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, jajaran sivitas akademika Vokasi UB serta Camat Klojen dan Camat Lowokwaru.

Ketua Pelaksana KKN Fakultas Vokasi UB 2026, Moch. Aan Machfudzi, S.Pd., M.Sn., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi KKN di wilayah Klojen dan Lowokwaru dilakukan secara khusus karena kedekatannya dengan kampus Universitas Brawijaya.

“Untuk di wilayah Klojen sendiri ada 11 kelurahan yang menjadi lokasi KKN dan untuk di Kecamatan Lowokwaru ada 12 kelurahan dengan jumlah peserta sebanyak 322 orang dari program studi D4 Desain Grafis dan D4 Manajemen Perhotelan,” ungkap Moch. Aan Machfudzi.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN di 23 kelurahan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Vokasi UB dalam memperkuat konsep Kampung Lingkar Kampus yang menjadi program dari Universitas Brawijaya.

Ditemui usai pemberangkatan mahasiswa KKN, Dekan Vokasi UB Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa program KKN ini dirancang agar kampus tidak terlepas dari realitas sosial masyarakat di sekitarnya.

Dekan Vokasi UB menyerahkan Form Laporan kegiatan KKN kepada salah satu mahasiswanya sebelum diberangkatkan KKN (Foto : Agus Y)
Dekan Vokasi UB menyerahkan Form Laporan kegiatan KKN kepada salah satu mahasiswanya sebelum diberangkatkan KKN (Foto : Agus Y)

“Seperti yang saya sampaikan tadi, kegiatan KKN di 23 kelurahan di Kota Malang ini sebagai wujud bahwa kampus itu tidak menjadi menara gading, tapi kampus harus menyajikan pendidikan yang berdampak. Artinya ada keterkaitan yang nyata antara apa yang kita kembangkan di dalam kampus dengan kontribusi kepada masyarakat sekitar,” jelas Kholid Mawardi.

Menurutnya, Fakultas Vokasi UB secara konsisten mendukung kebijakan Universitas Brawijaya dalam mengembangkan Kampung Lingkar Kampus. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat difokuskan pada wilayah yang berada di sekitar kampus.

“Isu yang kami bawa dalam kegiatan ini secara spesifik terkait pengembangan ekonomi kreatif di wilayah Kota Malang, maupun terkait dengan capaian Sustainable Development Goals (SDG’s),” ungkapnya.

Dengan diterjunkannya mahasiswa ke 23 kelurahan tersebut, Kholid berharap para peserta KKN mampu menyusun program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, termasuk pelaku industri kecil menengah dan pemerintah kelurahan.

Ia juga menegaskan kesiapan mahasiswa Vokasi UB dalam mendukung penguatan Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media art.

“Ini sesuai dengan kompetensi yang ada di Fakultas Vokasi UB, di mana kami memiliki Departemen Industri Kreatif Digital dan Departemen Bisnis dan Hospitality. Baik dosen maupun mahasiswa memiliki kemampuan untuk menganalisis persoalan di masyarakat, mendiskusikannya bersama kelompok dan dosen DPL masing-masing, lalu menawarkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Kholid Mawardi.

Apresiasi disampaikan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang menilai bahwa keterlibatan mahasiswa Vokasi UB secara langsung di tengah masyarakat akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi program KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya yang menerjunkan mahasiswa ke 23 kelurahan di wilayah Klojen dan Lowokwaru. Ini sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kualitas pembangunan Kota Malang di bidang ekonomi kreatif dan layanan digital,” ujar Ali Muthohirin.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan sambutan sebelum memberangkatkan mahasiswa Vokasi UB untuk KKN di 23 kelurahan di Kota Malang (Foto : Agus Y)
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan sambutan sebelum memberangkatkan mahasiswa Vokasi UB untuk KKN di 23 kelurahan di Kota Malang (Foto : Agus Y)

Wakil Wali Kota yang akrab disapa Sam Ali itu berharap kolaborasi antara Pemkot Malang dan Fakultas Vokasi UB dapat terus diperluas hingga menjangkau kecamatan lainnya di Kota Malang.

“Tentu ini sangat bermanfaat bagi percepatan pembangunan, khususnya di Lowokwaru dan Klojen. Ke depan kami berharap sinergi ini bisa dirasakan di seluruh kecamatan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Menjawab keterkaitan program KKN dengan penguatan branding Kota Malang sebagai kota kreatif dunia, Sam Ali menilai kontribusi mahasiswa Vokasi UB dalam peningkatan layanan digital dan ekonomi kreatif akan memperkuat ekosistem tersebut.

“Tentu ini sangat membantu agar ekosistem digital masyarakat semakin berkembang dan pertumbuhan ekonomi kreatif semakin kuat. Nantinya hasil dari seluruh kelompok KKN Vokasi UB juga akan kami pamerkan di Malang Creative Center,” pungkasnya. (A.Y)