Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Wajah baru Alun-Alun Merdeka Malang kini sudah bisa dinikmati warga setelah diresmikan oleh Wali Kota Malang malam hari tadi, Rabu (28/01/2026). Meski menyambut baik hasil revitalisasi yang didukung oleh Bank Jatim tersebut, jajaran legislatif memberikan catatan penting mengenai manajemen kawasan agar ikon kota ini tetap nyaman dan tidak kumuh.
Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, S.TP., yang hadir langsung dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi atas perubahan signifikan pada ruang terbuka hijau ini. Ia melihat antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi merupakan bukti bahwa masyarakat sangat merindukan ruang publik yang representatif.
“DPRD kota Malang menyambut positif adanya revitalisasi ini, ya kita berharap nanti bisa dijaga agar kemanfaatannya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat. Kita juga mengapresiasi bank Jatim yang sudah mendanai proses revitalisasi Alun-Alun Merdeka ini,” ujar Trio Agus di sela acara.
Trio Agus menekankan bahwa tantangan sebenarnya baru dimulai setelah peresmian Alun-Alun Merdeka Malang, karena dengan daya tarik barunya maka dipastikan akan mengundang kerumunan massa, potensi munculnya pedagang kaki lima (PKL) di area yang tidak semestinya menjadi perhatian serius bagi DPRD. Menurutnya, pemeliharaan kenyamanan pengunjung harus sejalan dengan ketegasan penataan.
“Perihal bagaimana penataannya ke depan nanti akan sama-sama kita kaji bersama karena dengan adanya tempat ini kan otomatis akan ada kerumunan baru dan sangat mungkin akan muncul PKL. Itu perlu ditata bersama,” ungkap Trio.
Ia juga menyarankan agar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP menempatkan personel tetap di lokasi guna mengedukasi serta mengarahkan pengunjung.
Selain aspek estetika, Trio Agus menyoroti pentingnya fasilitas edukasi seperti perpustakaan keliling yang dijanjikan akan stand by di lokasi. Baginya, Alun-Alun Merdeka tidak boleh hanya menjadi tempat hiburan visual, tetapi juga harus menjadi ruang interaksi yang mencerdaskan warga.
“Kemudian yang paling penting ini saling berkoordinasi supaya tidak kumuh, supaya nyaman untuk dimanfaatkan masyarakat berinteraksi. Dan saya pikir perlu ada petugas yang stand by berjaga di sini mungkin dari Satpol ataupun dari DLH untuk dapat mengarahkan para pengunjung yang datang,” tambahnya.
Legislator ini berharap dengan adanya pengawasan yang ketat dan pemeliharaan rutin, investasi revitalisasi ini bisa awet dan benar-benar menjadi kebanggaan warga Malang Raya dalam jangka panjang. (A.Y)
