Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kasus bunuh diri maupun percobaan bunuh diri yang beberapa kali terjadi di Kota Malang mulai mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Fenomena tersebut dinilai perlu ditangani dengan langkah pencegahan yang lebih sistematis, terutama di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai kota pendidikan, Kota Malang menampung puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah. Kondisi ini membuat kampus dinilai memiliki peran penting dalam membangun sistem deteksi dini terhadap persoalan kesehatan mental mahasiswa.
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lely Theresiyawati mendorong perguruan tinggi di Kota Malang untuk menyediakan ruang skrining kesehatan mental bagi mahasiswa. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan kasus bunuh diri maupun percobaan bunuh diri.
“Saya sudah mendiskusikan hal ini dengan beberapa tokoh perguruan tinggi dimana kami sangat mendorong adanya skiring kesehatan mental,” tegas Lely.
Ia menjelaskan bahwa skrining kesehatan mental dapat dilakukan pada berbagai momentum penting di lingkungan kampus, salah satunya saat penerimaan mahasiswa baru atau pada tahapan seleksi masuk perguruan tinggi.
Dengan proses skrining tersebut, pihak kampus diharapkan dapat lebih awal mengidentifikasi potensi persoalan yang dialami mahasiswa sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui pendampingan maupun layanan konseling.
“Skrining kesehatan mental bisa dijadikan pedoman tindak lanjut yang bisa diarahkan pada tindakan preventif, karena jika ada indikasi gangguan maka akan diberi pendampingan atau fasilitas konseling,” ungkap Lely.
Menurut Lely, perguruan tinggi perlu bersikap lebih proaktif dalam merumuskan kebijakan yang mampu mencegah terjadinya kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri di lingkungan kampus.
Ia menilai fenomena ini perlu dilihat secara serius karena sebagian besar pelaku berasal dari kalangan mahasiswa yang tengah menghadapi berbagai tekanan akademik maupun persoalan pribadi.
“Karena kebanyakan yang melakukan aksi ini adalah mahasiswa-mahasiswi. Kami di dewan terus mengawasi ini dan evaluasi kok banyak kejadian ini. Apa akar permasalahannya. Kami akan diskusi ini dengan perguruan-perguruan tinggi di Kota Malang,” tukas Lely.
DPRD Kota Malang berencana melanjutkan pembahasan tersebut bersama sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang untuk mencari formulasi kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa sekaligus mencegah munculnya kasus serupa di masa mendatang. (Red)
