Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya memperkuat program konservasi lingkungan terus dilakukan Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 40 warga bersama perangkat desa melakukan kunjungan studi tiru ke Kampung Semar Arjosari Kota Malang, mulai pagi hari tadi, Selasa (14/05/2026).
Kunjungan kali ini disebut sebagai tindak lanjut dari program desa menabung air yang diinisiasi Yayasan Menabung Air dari Maesa Group. Selain warga, kegiatan ini juga diikuti perwakilan yayasan sebagai bagian dari pendampingan program Desa Menabung Air di desa Ngunut Ponorogo.

Ditemui di sela-sela kunjungan, Public Relation dan Kemitraan Yayasan Menabung Air, Andi Widodo menjelaskan bahwa studi tiru ini menjadi langkah konkret dalam mengembangkan potensi desa binaan.
“Hari ini Yayasan Menabung Air bersama dengan Pemerintah Desa Ngunut Ponorogo melakukan studi tiru ke Kota Malang khususnya di Kampung Semar Arjosari yang harapannya dapat diadopsi di Desa Ngunut sehingga ke depannya akan dapat menjadi desa destinasi yang berhubungan dengan konservasi air yang peduli terhadap lingkungan, pengelolaan sampah, dan lain sebagainya,” ungkap Andi.
Ia menambahkan, Desa Ngunut memiliki potensi besar tidak hanya dalam konservasi air, tetapi juga dalam pengelolaan sampah dan penguatan lingkungan hijau. Antusiasme masyarakat disebut menjadi modal penting dalam menjalankan program tersebut.
“Seluruh masyarakat Ngunut itu sangat antusias dan kooperatif untuk bisa menjalankan program dari Yayasan Menabung Air Maesa Group,” tambahnya.
Selama kunjungan, peserta diajak melihat langsung berbagai titik edukasi dan pemberdayaan di Kampung Semar, mulai dari Pojok Pancasila, Pojok Turi, hingga Pojok UMKM. Kegiatan berlangsung sekitar dua jam dengan interaksi langsung bersama pengelola kampung.
Usai kunjungan, Kepala Desa Ngunut, Siti Khotijah, mengaku banyak mendapatkan pembelajaran dari kunjungan tersebut, terutama dalam hal perubahan pola pikir masyarakat.
“Alhamdulillah setelah kami berkunjung ke Kampung Semar (Senang Menanam Ramai-Ramai), banyak inspirasi yang kami dapat, diantaranya tentang perubahan mindset masyarakat, itu yang paling sulit,” ungkap Siti Khotijah.
Selain itu, ia juga menyoroti kekompakan warga, khususnya peran kelompok ibu ibu dalam menggerakkan kegiatan lingkungan.
“Yang kedua adalah kekompakan dari ibu-ibu warga Kampung Semar yang luar biasa yang diharapkan akan dapat diwujudkan di Desa Ngunut Ponorogo,” lanjutnya.

Ia juga menilai praktik pengelolaan lingkungan dan sampah di Kampung Semar dapat menjadi contoh yang relevan untuk diterapkan di desanya.
“Yang ketiga adalah tentang menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah dan sebagainya sehingga harapannya Desa Ngunut nantinya akan dapat lebih baik dari Kampung Semar di Kota Malang ini, terima kasih,” pungkas Siti Khotijah.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan Desa Ngunut sebagai kawasan yang tidak hanya fokus pada konservasi air, tetapi juga pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. (A,Y)
