Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelaksanaan International Conference for Sustainable Development Goals (ICSDGs) 2026 yang berlangsung di Fakultas Ilmu komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) hari ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Imam Santoso, MP.
Usai mengikuti rangkaian seremonial pembukaan, Prof. Imam menyampaikan bahwa pelaksanaan agenda akbar oleh Universitas Brawijaya melalui Center SDGs UB ini memiliki target utama sebagai wadah diseminasi hasil-hasil penelitian, hilirisasi inovasi, sekaligus sarana sharing gagasan di antara para pemangku kepentingan (stakeholders) internal maupun eksternal.
“Selain itu juga bersama dengan para peneliti global untuk saling menyampaikan dan mendiskusikan hal-hal baru dari hasil risetnya yang berkaitan dengan bagaimana mereka berkontribusi secara proaktif pada pencapaian indikator-indikator, terutama secara agregatif pada 17 indikator SDGs,” ungkap Prof. Imam Santoso.
Prof. Imam menambahkan, dalam ajang konferensi internasional kali ini panitia juga menyelenggarakan pameran karya sebagai wujud bukti konkret bahwa seluruh aktivitas riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya selama ini senantiasa konsisten berada dalam koridor serta perspektif pembangunan berkelanjutan.
Terkait dengan kontribusi konkret Universitas Brawijaya, Prof. Imam menegaskan pencapaian tersebut berdampak langsung pada penguatan indikator performa utama kampus, yang tercermin dari meroketnya reputasi UB dari sisi sustainability dalam pemeringkatan World University Ranking.
“Jadi di poin ini, nilai UB secara konsisten terus meningkat signifikan yang berarti bahwa UB dalam proses akademik, riset, inovasi, community development, dan seluruh kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan 17 butir itu UB meningkat secara konsisten. Artinya, seluruh program yang kita lakukan itu sudah on the track, bahwa program-program yang dilaksanakan oleh dosen, sivitas akademika UB itu memberikan kontribusi pada peningkatan pencapaian SDGs,” jelas Prof. Imam.
Melalui momentum konferensi ini, menurut Prof. Imam UB menegaskan komitmennya untuk memacu akselerasi pencapaian target target SDGs. Salah satu strategi baru yang disiapkan adalah pemberian penghargaan (awarding) berkala untuk memotivasi lini internal agar tetap proaktif memberikan sumbangsih pemikiran maupun aksi nyata.
“Dan tentu nanti kita akan engagement dengan stakeholders kita, nasional maupun internasional, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih kolaboratif ya, pada kegiatan-kegiatan yang bernuansa SDGs,” imbuh Prof. Imam Santoso.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Global Partnership and Reputation Universitas Brawijaya yakni Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menguraikan bahwa fokus manajemen Universitas Brawijaya ke depan adalah memperluas penanaman pemahaman (awareness) secara masif.
“Jadi ada campaign untuk SDGs mulai dari awarding, kemudian laporan sustainability setiap fakultas, dan kemudian kita ada conference ini. Jadi sebenarnya ada macam-macam bentuk kegiatan untuk penanaman awareness ke sivitas akademika Universitas Brawijaya bahwa kita memiliki tujuan yang sama,” urai Hendrix.
Langkah penguatan dari sisi kebijakan tata kelola institusi tersebut ditopang kuat oleh produktivitas para dosen dan peneliti, dimana berdasarkan data dalam kurun waktu lima hingga enam tahun terakhir Universitas Brawijaya telah melahirkan lebih dari 6.000 artikel ilmiah (papers) bereputasi yang berkorelasi langsung dengan upaya pemenuhan target SDGs.
“Jadi ke depan kita akan terus meningkatkan baik dari sisi riset, pengabdian masyarakat, dan kegiatan-kegiatan UB, terutama di internal UB sendiri. Tahun ini kita punya Green Campus yang juga menangani beberapa pencapaian UB untuk SDGs, kemudian bagaimana kita juga meningkatkan pengelolaan kampus yang sustainable,” pungkas Hendrix Yulis Setyawan. (A.Y)
