Wujud Nyata Vokasi untuk Negeri, POLINEMA Sukses Benahi Manajemen Usaha Mikro di Tulusbesar Kabupaten Malang
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- visibility 158
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Komitmen Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali diwujudkan secara nyata. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), institusi pendidikan vokasi ini menggelar pendampingan intensif bagi pelaku usaha di Balai Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Kegiatan strategis ini menyasar secara khusus UMKM Nda Thull, salah satu produsen komoditas pangan lokal yang memproduksi keripik luntas, es lilin, serta nugget ayam.
Program pengabdian yang diketuai oleh Padma Adriana Sari, S.E., MSA., Ak. bersama tim yang terdiri atas lima dosen, satu tenaga kependidikan, dan enam mahasiswa ini bertujuan memperkuat daya saing usaha mikro melalui penguatan aspek produksi, manajemen usaha, akuntansi, serta pemasaran berbasis digital. Rangkaian kegiatan komprehensif ini dijadwalkan berjalan berkala sejak bulan Mei hingga Oktober 2026.
Sebagai momentum penguat, prosesi penyerahan simbolis bantuan mesin penunjang produksi serta pelatihan kualitas produk bersama narasumber eksternal sukses dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di balai desa setempat.
Guna mendongkrak kapasitas produksi, tim PKM POLINEMA memberikan hibah bantuan mesin dan peralatan kerja modern. Penyerahan bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Dr. Muhammad Akhlis Riza, S.T., M.T. selaku Koordinator PKM POLINEMA, yang disaksikan oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, tim pelaksana, serta perwakilan pengurus PKK Desa Tulusbesar.

Penyerahan Simbolis Mesin dan Peraltan Produksi kepada UMKM Nda Tull (Foto : Ist)
Dalam sambutannya, Dr. Akhlis menyampaikan bahwa keberhasilan program pengabdian ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian ini sangat terbantu oleh peran serta perangkat desa dan warga yang terlibat secara aktif sejak awal kegiatan. Kerja sama yang terjalin sangat positif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Ke depan kami berharap Desa Tulusbesar dapat berkembang menjadi desa budaya yang maju sehingga mampu mendukung perkembangan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Akhlis.
Merespons kontribusi nyata dari sivitas akademika POLINEMA tersebut, Kepala Desa Tulusbesar, Sirat Yudin, menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap program yang menyasar wilayahnya tersebut.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu mengembangkan UMKM yang ada di Desa Tulusbesar dan sangat mendukung kemajuan desa. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaat kerja sama dengan POLINEMA benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan desa menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Sirat Yudin.

Pemerintah Desa Tulusbesar saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat POLINEMA (Foto : Ist)
Senada dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa Tulusbesar, Rendra, menambahkan bahwa tim pakar dari POLINEMA telah memberikan formula pengembangan yang sangat mendalam dan menyeluruh, tidak hanya menyentuh sektor hulu melainkan hingga ke hilir penjualan.
”Pendampingan yang diberikan sangat lengkap. Tim POLINEMA telah membantu mengembangkan UMKM tidak hanya dari sisi produknya saja, tetapi juga dari aspek branding, kemasan, hingga strategi pemasarannya. Ini memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha di desa kami,” kata Rendra.
Berdasarkan analisis situasi di lapangan, UMKM Nda Thull selama ini menghadapi sejumlah kendala klasik yang umum dialami oleh pelaku usaha mikro. Dari aspek produksi, proses pengolahan produk mayoritas masih dilakukan secara manual menggunakan teknologi sederhana, sehingga kapasitasnya terbatas dan tingkat higienitas serta konsistensi mutu belum terjaga. Diversifikasi produk juga tergolong minim, membuat pilihan bagi konsumen kurang berkembang.
Dari aspek manajemen usaha dan akuntansi, pembukuan masih dilakukan secara tradisional tanpa adanya perencanaan matang fimana pencatatan arus kas belum tertib dan penentuan harga jual murni berdasarkan perkiraan kasar atau kebiasaan pasar. Pola ini membuat margin keuntungan riil sulit dihitung secara akurat lantaran belum mengadopsi pendekatan Harga Pokok Produksi (HPP).
Sementara dari sektor pemasaran, produk yang dipasarkan masih dibungkus kemasan transparan sederhana tanpa disisipi identitas merek (branding) yang kuat. Pola promosi pun hanya mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth) serta sistem titip jual di pasar tradisional.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM POLINEMA menghadirkan solusi terpadu yang mencakup penguatan produksi, akuntansi usaha, dan pemasaran digital.

Pelatihan pengembangan produk pada jenis makanan (Foto : Ist)
“Kami ingin membantu UMKM Nda Thull agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, memiliki produk yang beragam, mampu menentukan harga jual secara tepat, dan memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” tegas ketua tim PKM, Padma Adriana Sari, S.E., MSA., Ak.
Pada aspek produksi, tim memberikan pelatihan diversifikasi rasa. Produk unggulan keripik luntas yang semula monoton kini dikembangkan menjadi berbagai varian rasa populer seperti balado dan original. Tak hanya itu, peserta diajak melakukan inovasi bahan baku lokal dengan menciptakan varian baru berupa keripik kenikir, keripik daun jambu, dan keripik daun sirih demi menggaet pangsa pasar baru.
Pembaruan juga menyentuh produk makanan beku (frozen food). Selain nugget ayam, tim memperkenalkan formulasi nugget tempe dengan teknik pengolahan higienis guna menghasilkan tekstur padat, cita rasa gurih, dan kualitas yang konsisten. Begitu pula dengan produk es lilin yang kini diperkaya ragam rasa kekinian mengikuti tren pasar.
Sebagai wujud penerapan teknologi tepat guna (TTG), POLINEMA menyerahkan bantuan mesin peniris minyak otomatis (spinner). Lewat alat ini, kadar minyak pada produk keripik dapat direduksi secara maksimal sehingga menghasilkan camilan yang lebih renyah, tahan lama, rendah kolesterol, sekaligus mempercepat proses produksi.

Pelatihan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dipandu dosen POLINEMA (Foto : Ist)
Di sektor finansial, pelatihan pencatatan akuntansi sederhana dan perhitungan HPP dipandu langsung oleh Padma Adriana Sari bersama Annisa Fitriana, S.E., MSA. Pelaku usaha diajarkan memisahkan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik agar penetapan harga jual tidak lagi meraba-raba.
Sementara pada aspek digitalisasi, Dr. Drs. Ludfi Djajanto, MBA. selaku anggota tim bidang pemasaran menegaskan pentingnya adopsi teknologi bagi ketahanan bisnis di era modern.
“Produk yang baik harus didukung strategi pemasaran yang tepat. Karena itu kami mendampingi UMKM Nda Thull dalam membangun identitas merek, memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan media digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kehadiran UMKM di media sosial saat ini bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” terang Ludfi.
Dalam pelaksanaannya, kolaborasi ini juga memberdayakan para mahasiswa POLINEMA. Mereka andil dalam pembuatan konten promosi estetik, desain ulang kemasan (re-packaging), hingga pembuatan serta pengelolaan akun niaga digital seperti Instagram dan WhatsApp Business.
Pemilik UMKM Nda Thull, Heny, mengaku sangat bersyukur atas ilmu dan bantuan prasarana yang diterimanya dari civitas akademika.
“Banyak hal baru yang kami peroleh dari kegiatan ini. Kami belajar mengembangkan produk, menghitung harga jual dengan benar, menggunakan media sosial untuk promosi, dan mengoperasikan alat produksi yang lebih modern. Bantuan dan pendampingan ini sangat membantu usaha kami untuk berkembang,” aku Heny bahagia.
Berkat intervensi teknologi, manajemen HPP, dan pemasaran digital yang terukur ini, tim PKM POLINEMA memproyeksikan omzet penjualan UMKM Nda Thull dapat terkerek naik secara bertahap sekitar 15 hingga 25 persen ke depan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah desa Tulusbesar Tumpang. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



