Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan pembangunan taman baru di kawasan Jalan Bondowoso yang menjadi bagian dari pengembangan Puskesmas Bareng. Keberadaan taman tersebut akan menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran mengatakan konsep taman masih dalam tahap pembahasan bersama karena pembangunan dilakukan bersamaan dengan proyek Puskesmas Bareng.
“Ini masih hal baru dan bersamaan dengan pembangunan Puskesmas Bareng. Konsepnya masih dirapatkan. Mudah-mudahan bulan Agustus sudah ada kepastian,” kata Gamaliel.
Menurutnya, taman tersebut dipastikan akan menambah luasan RTH sekaligus menjadi fasilitas penunjang bagi layanan kesehatan di Puskesmas Bareng.
“Pastinya akan menambah RTH dan juga sebagai penunjang untuk puskesmas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemkot Malang. Dari total area yang tersedia, sekitar 2.000 meter persegi akan dimanfaatkan untuk pembangunan Puskesmas Bareng, sedangkan sekitar 1.000 meter persegi dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau.
Selain rencana pembangunan taman baru, DLH Kota Malang juga terus melakukan pemeliharaan taman-taman yang telah ada. Saat ini terdapat sekitar 90 taman di Kota Malang, dengan sembilan taman aktif yang menjadi prioritas perawatan.
Gamaliel mengakui keterbatasan anggaran membuat DLH belum dapat melakukan revitalisasi taman secara besar-besaran. Pemeliharaan yang dilakukan saat ini lebih difokuskan pada pekerjaan rutin, seperti pembersihan dan perbaikan ringan.
“Karena memang minim anggaran, kami melakukan pekerjaan rutin untuk perbaikan dan pembersihan taman. Untuk perbaikan secara signifikan masih belum direncanakan. Konsentrasinya di taman-taman aktif seperti Taman Malabar, Alun-Alun Merdeka, dan Taman Merjosari. Kalau ada kerusakan kecil bisa ditangani secara mandiri oleh petugas,” jelasnya.
Di sisi lain, DLH juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penataan ruang terbuka hijau.
Saat ini, Bank Jatim telah memberikan dukungan untuk penataan Alun-Alun Merdeka. Selain itu, PT Taspen berencana menyalurkan bantuan untuk pengembangan Taman Trunojoyo atau kembali di kawasan Alun-Alun Merdeka. Dukungan serupa juga direncanakan datang dari perusahaan otobus Adiputro.
“Selain Bank Jatim di Alun-Alun Merdeka, rencananya ada CSR dari Taspen, apakah di Taman Trunojoyo atau di alun-alun lagi, kemudian juga ada rencana dari Adiputro,” ujar Gamaliel.
Melalui kolaborasi dengan sektor swasta, Pemkot Malang berharap pengembangan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau dapat terus berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran daerah. (Ftm/A.Y)
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran (Foto : Fatma AdaDiMalang)
