Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Suasana hari pertama perhelatan bergengsi Malang Fashion Runway (MFR) ke-7 tahun 2026 sore tadi (11/07/2026) mendadak berubah menjadi sangat ceria sore hari tadi. Bertempat di Grand Hall Malang Town Square (MATOS), perhatian ratusan pengunjung dan pencinta mode seketika tersedot oleh aksi menggemaskan sepuluh model anak-anak yang berlenggang-lenggok di atas panggung Malang Fashion Runway.

Langkah kaki mungil para model cilik ini membawakan sepuluh koleksi busana teranyar dari brand Kinikita Kids Wear dengan balutan busana yang didominasi paduan warna hijau dan kuning cerah yang segar. Penampilan para model anak yang dipadukan dengan iringan musik latar bertempo ceria sukses mengundang decak kagum penonton. Momen fashion show ini ditutup dengan manis saat sang desainer sekaligus pemilik merek, Migi Rihasalay, naik ke atas panggung sembari menggandeng putri tercintanya, Kinikita James.

Ditemui usai tampil sore tadi, Migi Rihasalay membeberkan bahwa seluruh koleksi pakaian anak (kids wear) miliknya sengaja diproduksi dengan menggunakan bahan kain katun berkualitas tinggi. Pemilihan material tekstil ini didasarkan pada kebutuhan mendasar dunia anak-anak yang memiliki tingkat aktivitas fisik sangat tinggi dalam kesehariannya sehingga bahan katun dipilih karena memiliki karakteristik tekstur yang lembut, tidak panas saat menempel di kulit, serta memiliki daya serap keringat yang sangat baik. Dengan begitu maka anak-anak tetap dapat bebas bergerak tanpa merasa gerah. Tidak hanya unggul dari segi kenyamanan fisik, kain busana ini juga terlihat sangat eksklusif karena menggunakan motif cetak atau printing hasil desain mandiri.

Migi menjelaskan bahwa pola visual yang diaplikasikan pada kainnya adalah gambar daun clover atau bunga semanggi yang sengaja dipilih karena memiliki muatan filosofi yang melambangkan keberuntungan dan harapan baik bagi pemakainya.

Kelebihan lain dari pakaian rancangan Migi Rihasalay kali ini terletak pada penerapan konsep multifungsi yang diintegrasikan ke dalam desain pakaiannya dimana baju dirancang sedemikian rupa agar dapat digunakan dalam berbagai suasana baik untuk keperluan aktivitas harian di luar rumah maupun sebagai baju tidur yang nyaman.

“Jadi misalkan baju untuk bundanya ini jika dilepas sabuknya maka bisa berubah menjadi daster sehingga bisa dipergunakan untuk tidur dan desainnya ini kita printing sendiri. Saat ini kita realisasikan dulu yang untuk baju anak (kids wear) mulai dari newborn sampai usia 12 hingga ke 14 tahun,” tutur Migi Rihasalay memaparkan fleksibilitas desainnya.

Lebih lanjut, Migi membocorkan bahwa pola potongan pakaian anak ini sebenarnya dikembangkan agar nantinya bisa dikenakan secara serasi oleh ayah dan bunda sebagai satu kesatuan busana keluarga yang kompak.

Meskipun desain untuk pakaian orang dewasa telah rampung dipersiapkan, Migi mengaku saat ini memilih untuk fokus terlebih dahulu pada penetrasi pasar busana anak-anak mulai dari segmen bayi baru lahir hingga usia remaja. Koleksi dewasa untuk orang tua direncanakan baru akan dirilis secara resmi ke publik pada momen peluncuran khusus berikutnya. (A.Y)