Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah antisipatif menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara yang memasukkan LGBT sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, langkah tersebut juga mempertimbangkan karakteristik Kota Malang sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata yang menjadi tujuan para pendatang dari berbagai daerah.

“Memang saya sudah minta ada sosialisasi. Karena memang Kota Malang ini kan kota pendidikan, kota pariwisata. Tentunya hal-hal yang seperti itu ada juga terjadi di Kota Malang,” kata Wahyu.

Menurutnya, sosialisasi akan difokuskan pada pemberian pemahaman mengenai dampak yang berkaitan dengan aspek kesehatan maupun aspek lainnya. Sasaran kegiatan tersebut meliputi OPD, sekolah-sekolah, serta masyarakat, khususnya kalangan pendatang yang berada di Kota Malang.

“Sosialisasi terutama kepada OPD-OPD dan juga sekolah-sekolah, memberikan satu gambaran bahwa ini ada dampaknya, terkait dengan kesehatan dan lain-lain,” ujarnya.

Selain sosialisasi, Pemkot Malang juga akan mempelajari lebih lanjut berbagai regulasi yang berkaitan dengan isu tersebut sebagai dasar dalam penyusunan langkah lanjutan.

“Terkait dengan ini yang kita akan pelajari, terkait dengan LGBT. Ada aturan yang terkait hal tersebut,” ucapnya.

Wahyu berharap upaya edukasi sejak dini dapat mencegah berkembangnya fenomena tersebut di Kota Malang.

“Kami berharap tidak ada terjadi terkait dengan LGBT yang berlebihan,” katanya.

Saat ditanya apakah LGBT perlu diperangi di Kota Malang, Wahyu menjawab bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Namun, ia menegaskan pendekatan yang disiapkan pemerintah daerah dilakukan melalui program edukasi yang melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

“Ada program khusus. Ada program khusus, baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan satu gambaran dampak apabila terjadi LGBT,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)