Kota Malang | ADADIMALANG.COM —  Gelaran Grand Final Smart Student Competition (SSC) Ke-4 tahun 2026 yang diinisiasi oleh Andima Smart House di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) tidak hanya menjadi panggung perebutan juara bagi para pesertanya. Bagi sebagian besar orang tua dan wali murid, ajang olimpiade sains berskala nasional ini dipandang sebagai investasi strategis untuk mengamankan portofolio akademik anak demi menembus seleksi masuk sekolah favorit melalui jalur prestasi.

Atmosfer kompetisi yang ketat tersebut dirasakan langsung oleh Fathiyah, salah satu perwakilan siswi dari SMP Al Baitul Amin Jember yang hadir berkompetisi sejak pagi hari tadi, Minggu (12/07/2026). Bersaing di kategori mata pelajaran Bahasa Inggris, remaja putri ini mengaku sengaja bertolak ke Kota Malang demi menguji kecakapan linguistiknya setelah mendapatkan gelombang informasi mengenai prestisiusnya ajang SSC dari lingkaran pertemanannya di Jember.

“Ikut olimpiade ini juga untuk menambah pengalaman mengikuti lomba. Soal-soalnya tadi susah-susah gampanglah,” ujar Fathiyah sembari menyunggingkan senyum optimistis berharap dapat membawa pulang predikat juara.

Langkah berani Fathiyah untuk berkompetisi di luar daerah ini mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Ibunda Fathiyah, Kurtis, membenarkan bahwa keikutsertaan putrinya dalam olimpiade akademik bentukan Andima Smart House ini murni lahir dari motivasi dan ambisi pribadi sang anak tanpa adanya paksaan dari luar.

Sebagai orang tua, Kurtis mengaku berkewajiban memfasilitasi dan mengawal minat positif buah hatinya. Dirinya tidak dapat menyembunyikan rasa bangga yang luar biasa lantaran pada partisipasi perdana ini, putrinya langsung berhasil memotong jalur eliminasi di daerah dan menembus ketatnya persaingan di babak grand final tingkat provinsi.

Lebih dari sekadar mengejar trofi dan pengalaman mental, Kurtis tidak memungkiri bahwa lembar sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Andima Smart House dalam kompetisi ini memiliki nilai guna yang sangat tinggi. Dokumen pencapaian akademik tersebut dibidik untuk menjadi berkas pendukung (piagam prestasi) saat putrinya bersiap melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak.

“Selama terkurasi dengan Puspresnas, insyaallah pasti kepakai. Tapi kalau enggak ya enggak apa-apa karena masih ada kesempatan yang lainnya lagi. Toh inipun juga sudah lolos tingkat Jawa Timur, jadi kesempatan untuk dapat berprestasi di bidang bahasa Inggris atau di bidang sains yang lain itu masih bisa diikuti lagi. Jadi ajang SSC Andima Smart House ini sangat membantu untuk masuk lewat jalur prestasi,” kata Kurtis secara rasional.

Sistem seleksi yang terukur dan berjenjang memang menjadi magnet utama bagi para pemburu prestasi. Ketua Pelaksana SSC Ke-4 tahun 2026, Richi Danu Ardian, S.T., memaparkan bahwa antusiasme pelajar untuk menguji otak di ajang ini terus meroket tajam, di mana volume finalis tahun ini melesat hingga di atas 100 persen dibanding catatan tahun sebelumnya.

Ketua Pelaksana SSC Ke-4 tahun 2026, Richi Danu Ardian, S.T., (Foto : Agus Yuwono)
Ketua Pelaksana SSC Ke-4 tahun 2026, Richi Danu Ardian, S.T., (Foto : Agus Yuwono)

Panggung Grand Final SSC 2026 di FEB UM ini menjadi arena berkompetisi bagi 2.400 peserta terbaik yang disaring dari 27 titik kota seleksi di Pulau Jawa. Dari ribuan kontestan tangguh tersebut, tim penilai hanya akan memilih 613 peserta terbaik untuk dianugerahi predikat juara First Champion, serta jatah medali emas, perak, hingga perunggu.

Di samping membagikan ratusan medali kehormatan dan 21 paket dana pembinaan bagi jawara satu di tiap kelas, panitia juga membakar semangat kompetisi para siswa lewat penyediaan hadiah utama yang eksklusif, yakni dua paket perjalanan wisata edukasi ke Thailand dan dua paket perjalanan serupa menuju Singapura. (A.Y)