Kota Batu | ADADIMALANG.COM — Peran ayah untuk turut serta dalam tumbuh kembang anak seringkali luput menjadi perhatian, padahal pengaruhnya sama besarnya dengan peran ibu dalam membentuk karakter dan kebahagiaan keluarga, khususnya anak-anak.

Berangkat dari keprihatinan kondisi tersebut, membuat mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) yang tergabung dalam Kelompok 14 tengah Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), melakukan kolaborasi dengan Generasi Berencana (GenRe) Kota Batu untuk menggelar rangkaian sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Agar sosialisasi gerakan tersebut tidak hanya di sektor pendidikan khususnya sekolah-sekolah terpilih,, sosialisasi juga dilaksanakan di beberapa desa di Kota Batu sepanjang akhir bulan Juli 2026 ini.

Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) tersebut, para ayah diajak untuk lebih aktif dalam mengasuh dan mendidik anak dengan menjadi suri tauladan, serta membangun keluarga yang harmonis.

“Melalui gerakan ini, ayah didorong menjadi sosok yang tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak, baik mendengarkan, mendampingi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti tanggung jawab, kejujuran, dan empati sejak dini,” ungkap Yasmin Maulida Azizah selaku Wakil Kordinator KKNT 14 FIA UB.

Menurut Yasmin ada tujuan besar yang ingin dicapai dengan sosialisasi gerakan GATI tersebut, yakni mempererat hubungan ayah dan anak, membentuk karakter anak yang baik, hingga menciptakan keluarga yang bahagia.

Diinisiasi oleh Kelompok 14 KKN-T FIA UB, sosialisasi gerakan GATI di kota Batu ini menggandeng Generasi Berencana (GenRe) Kota Batu sebagai mitra kolaborasi untuk menyasar siswa-siswi jenjang SMP hingga SMA/MA  serta warga di dua desa binaan.

“Dengan sosialisasi di sekolah dan desa binaan ini maka harapannya  pesan tentang pentingnya peran ayah dapat menjangkau generasi muda sekaligus keluarga di tingkat akar rumput,” ungkap Yasmin.

Dilaksanakan selama sepekan, kegiatan sosialisasi GATI mahasiswa FIA UB ini mampu terlaksana di lima lokasi berbeda yang terbagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama sosialisasi dilaksanakan di SMP Negeri 2 kota Batu pada tanggal 22 Juli 2026, tahap kedua di SMA Negeri 1 dan MAN Kota Batu pada tanggal 23 Juli 2026, dan pada tanggal 26 Juli 2026 dilaksanakan di Desa Gunungsari serta Desa Torongrejo kota Batu.

Peran ayah dalam kehidupan anak mencakup banyak dimensi seperti menjadi teladan sikap disiplin dan tanggung jawab, memberi dukungan emosional saat anak menghadapi kesulitan, mendorong semangat belajar, membangun komunikasi terbuka, hingga menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini. Sayangnya, peran ini belum selalu dipahami secara utuh oleh masyarakat, termasuk oleh anak-anak dan remaja itu sendiri.

“Oleh karena itu dengan pelaksanaan sosialisasi GATI ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan pemahaman tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa hubungan ayah-anak adalah hubungan dua arah dimana anak juga didorong untuk menghormati ayah, membantu pekerjaan rumah, terbuka saat bercerita, dan meluangkan waktu bersama keluarga,” tukas Yasmin.

Menariknya, selain melakukan sosialisasi dengan pemaparan materi, para mahasiswa FIA UB ini juga melakukan permainan roda putar (spinwheel) agar suasana lebih santai dan materi lebih mudah diserap dengan cara yang berbeda. Permainan roda putar (spinwheel) berisi pertanyaan-pertanyaan seputar GATI, sehingga suasana diskusi berubah menjadi interaktif dan menyenangkan.

Sebagai tindak lanjut agar semangat GATI terus hidup setelah kegiatan KKNT FIA UB ini usai, spinwheel yang digunakan dalam sosialisasi sengaja dihibahkan dan ditempatkan secara permanen di masing-masing sekolah dan desa, sehingga media edukasi tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah maupun perangkat desa untuk mengedukasi siswa dan warga secara berkelanjutan tentang Gerakan GATI.

Melalui kolaborasi antara Kelompok 14 KKN-T FIA UB dan GenRe Kota Batu ini diharapkan kesadaran akan pentingnya peran ayah sebagai teladan dalam keluarga dapat tumbuh lebih luas, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat desa. (Red)