Akademisi FT Universitas Brawijaya membuat Metaverse Kayutangan.
ADADIMALANG – Dengan tujuan untuk menyelamatkan data-data digital gedung bersejarah yang ada di kawasan Kayutangan Kota Malang, akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) membuat metaverse kawasan Kayutangan.
Penampakan wilayah kayutangan dalam dunia metaverse sebagai aplikasi dari teknologi digital dalam bidang arsitektur tersebut merupakan project yang dijalankan cukup singkat dengan mengajak berbagai pihak bekerjasama dalam proses pengerjaannya.
“Kami dari tim FT UB bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Wilayah Malang ini istilahnya mengembangkan konsep digital bangunan bersejarah dimana kali ini kami membuat metaverse Kayutangan yang merupakan replika atau kembarannya kawasan Kayutangan di dunia maya. Project ini kami buat hanya dalam waktu 4 bulan saja dengan dana matchingfund Kedaireka,” ungkap Dr.Eng. Ir. Herry Santosa, S.T., M.T., IPM.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FT UB ini, metaverse yang dibuat menyerupai kondisi sesungguhnya tersebut berdasarkan pada kondisi Kayutangan pada tahun 2022 lalu.
“Apalagi Pak Wali Kota Malang juga telah menegaskan bahwa Kayutangan merupakan ibukota Heritage di kota Malang, oleh karena itu memang sudah sangat penting untuk membangun konstruksi digital yang bisa menjadi database kesejarahan kota Malang,” ujarnya.
Dengan memiliki database kesejarahan secara digital dalam bentuk metaverse tersebut, Herry berharap jika nanti akan dilakukan perubahan atau renovasi maka masih ada data-data kesejarahan secara digital .
“Proyek ini juga bekerjasama dengan MX Media Singapura yang berisi para tenaga ahli untuk membantu pengerjaan pemodelan sekaligus pemograman dalam membangun metaverse Kayutangan yang saat ini dapat dinikmati dalam pameran IAI di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang ini,” ungkap pria ramah ini.
Berbagai aktivitas dan interaksi para pengunjung seperti aktivitas ekonomi seperti transaksi jual beli rencananya juga dapat dilaksanakan saat masyarakat mengunjungi metaverse Kayutangan, selain melihat berbagai bangunan di kawasan heritage tersebut.
“Tidak sekadar dapat melihat Kayutangan Virtual dengan menggunakan Oculus di dunia metaverse, para pengunjung juga dapat melakukan transaksi. Ini masih prototype ya, sehingga kami telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Bappeda Kota Malang dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang apabila suatu saat ini mau dikembangkan dalam ranah komersial atau bisnis,” ungkap Herry.
Dapat dilakukannya kegiatan ekonomi di dalam metaverse Kayutangan tersebut ke depannya, Herry berharap akan dapat membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya secara digital.
Masyarakat yang ingin mengunjungi Kayutangan Virtual ini sementara masih terbatas dan harus mengisi pendaftaran terlebih dahulu sehingga dapat diberikan akses untuk masuk ke dalam metaverse Kayutangan tersebut.
Ditanya apakah ada rencana melaunching Metaverse Kayutangan tersebut dalam rangkaian peringatan HUT Ke-109 Kota Malang tanggal 1 April 2023 mendatang, Herry menyampaikan antusiasnya jika hal tersebut dapat terjadi.
“Yang jelas project ini nantinya akan kami serahkan kepada Pemerintah Kota Malang sehingga dapat menjadi aset digital Kota Malang,” pungkas Herry.
Di temui sebelum pelaksanaan seminar Metaverse Kayutangan di gedung MCC Kota Malang, Sekretaris IAI wilayah Malang yakni Ar. Dian Widatama menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi atas karya dari Herry dan tim tersebut.
“Dimana kami melihat apa yang dilakukan oleh tim pembuat Metaverse Kayutangan ini dapat menjadi atau menambah referensi wawasan khususnya dalam hal arsitektur digital. Pengembangan Arsitektur Digital ini kami pikir perlu adanya ruang sehingga kami undang pak Herry untuk menampilkan karyanya,” ungkap Dian.
Metaverse Kayutangan tersebut menurut Dian akan dapat membawa dampak positif bagi pembuatnya dan para pelaku arsitektur, namun juga bagi warga Kota Malang yang nantinya akan dapat turut berkontribusi dalam project Metaverse Kayutangan tersebut.
“Bahkan sudah ada komitmen dari kami dari IAI Wilayah Malang dan pelaku profesional seperti pak Herry ini bahwa proyek Metaverse Kayutangan ini merupakan kontribusi kami untuk Kota Malang,” pungkas Dian Widatama. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.