Apresiasi kinerja Polinema yang mengalami peningkatan secara signifikan.

ADADIMALANG.COM  | Kota Malang – Di akhir tahun 2023 ini, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menorehkan sejumlah prestasi sebagai hadiah penutup tahun.

Bagaimana tidak, enam piagam peringkat 1 berhasil diborong Polinema dan dibawa pulang dari gelaran apresiasi program Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi yang berlangsung di Yogyakarta hari Jumat (08/12/2023) kemarin.

Enam piagam peringkat 1 tersebut diraih dengan menempatkan Polinema di peringkat pertama tersebut diraih Polinema sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Terbaik dalam hal publikasi berdasarkan jumlah dan kualitas publikasi.

Penghargaan kedua diraih Polinema sebagai Perguruan Tinggi Vokasi terproduktif dalam kegiatan penelitian berdasarkan jumlah judul dan dana.

“Yang ketiga kita raih sebagai Perguruan Tinggi Vokasi terproduktif dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berdasarkan jumlah judul dan dana, dan yang keempat, LSP-P1 dengan manajemen terbaik, kelima sebagai Perguruan Tinggi Vokasi terbaik dalam perolehan KI berdasarkan jumlah dan kualitas perolehan KI dan yang terakhir sebagai penerima pendanaan PKM dengan skema pendanaan terbanyak,” jelas Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT.

Enam penghargaan yang diterima bersamaan oleh Kampus Polinema
Enam penghargaan yang diterima bersamaan oleh Kampus Polinema

Supriatna menyikapi raihan enam penghargaan tersebut dengan rasa syukur sekaligus bangga dimana enam penghargaan yang membanggakan tersebut dapat dicapai dengan adanya kontribusi bersama dengan tahap perencanaan yang matang.

“Kita bangga dan bersyukur dapat meraih penghargaan di enam  kategori berbeda. Ini anugerah bagi kita dimana hasil yang kita capai ini berangkat dari kontribusi dari perencanaan panjang untuk kita buat aktivitas yang memberi outcome yang salah satunya dikomparasikan kemudian kita diberi penghargaan terhadap kinerja Polinema,” ungkap Supriatna pagi tadi, Sabtu (09/12/2023).

Menurut pria ramah ini, skema luaran penelitian terbaik dan terbanyak dapat diraih karena Polinema telah melakukan perubahan dan menerapkan strategi tertentu untuk membuat berbagai macam luaran.

“Berbagai macam strategi telah kita terapkan setelah melakukan perubahan yang dimulai dari skema penelitian yang menjadi kontributor terbesar. Beberapa tahun lalu kita merubah skema penelitian sehingga berdampak pada luaran. Sehingga luarannya tidak hanya teknologi tepat guna, tetapi juga berupa artikel jurnal bereputasi nasional dan internasional,” ujar pria ramah ini.

Menurut Supriatna, berdasarkan data yang ada menunjukkan Polinema telah mengalami peningkatan signifikan dimana pada tahun 2017 lalu hanya ada tiga paten dan saat ini telah ada 80 lebih.

“Dulu tahun 2017 hanya sedikit sekali hak cipta kita miliki, dan saat ini telah ada lebih dari 500 hak cipta dimiliki Polinema,” pungkas Supriatna Adhisuwignjo dengan bangga. (A.Y)