ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Dengan tujuan ingin menggali kemampuan siswa-siswa SMA/SMK seJawa Timur terkait kemampuan berbahasa Inggris dalam bentu bercerita (story telling), Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya Malang menggelar story telling competition tahun 2023 mulai pagi tadi, Minggu (03/12/2023).
Dalam kegiatan yang digelar di Ascent Hotel&cafe Malang (Max One Hotel) kota Malang tersebut, Direktur BPLP Brawijaya Malang, Mira Suhartanti berharap dengan mengikuti story telling competition yang diadakan BPLP Brawijaya Malang tersebut akan dapat menambah pengalaman dan keahlian para siswa SMA/SMK sederajat untuk semakin percaya diri berbicara di depan publik.
“Termasuk bagaimana membawakan sebuah cerita di depan banyak orang dalam bahasa Inggris, dimana pesertanya cukup antusias ya ada yang datang dari Ngawi, Karang Kates, Dampit, Kota Batu hingga Madiun,” ungkap Mira.

Menurut perempuan yang cukup lama berkecimpung di dunia perhotelan ini, tema story telling adalah tentang Wisata di Malang Raya, dengan tujuan agar generasi muda juga mengetahui potensi wisata yang ada di Jawa Timur khususnya Malang Raya.
“Selain membawakan cerita, para peserta juga mengenakan kostum atau dress code yang cukup seru dimana nantinya selain ditentukan juara story telling juga akan dipilih peserta dengan busana terbaik pilihan dewan juri,” ujar Mira.
Mengingat animo peserta cukup tinggi, Mira tidak menampik jika kegiatan serupa akan diadakan kembali oleh BPLP Brawijaya Malang.
Sementara itu, salah satu Juri Story telling Competiton yakni M. Syaikhul Akbar selaku General Manager Ascent Hotel&Cafe Malang mengaku cukup terkejut dengan kemampuan bahasa Inggris para siswa SMA/SMK yang mengikuti story telling competition kali ini.
“Teman-teman dari SMA dan SMK ini luar biasa sekali kemampuan bahasa Inggrisnya sehingga saya sangat terkejut saat tahu kemampuan bahasa Inggrisnya sangat sangat keren dan luar biasa, bahkan saya juga tidak menyangka antusias pesertanya juga sangat bagus,” ungkap Akbar.
Meski telah cukup percaya diri dan menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik, Akbar memberikan catatan tentang visualisasi story telling yang masih kurang sehingga kurang mendukung cerita yang disampaikan.
“Jadi selain cerita, jika ada gambar atau foto tempat atau bangunan dan lain sebagainya itu akan cukup mendukung cerita yang disampaikan akan menjadi jauh lebih bagus dan mudah dicerna atau dipahami,” ujar Akbar.
Selain mengikuti kompetisi story telling, para peserta dan guru pendamping juga mendapatkan mini demo dari salah satu sponsor tentang penggunaan make up yang sesuai dengan usia dan kebutuhan. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.