Siang tadi Komisi D DPRD Kota Malang kembali melaksanakan survey ke beberapa venue Porprov Jatim 2025.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM —  Setelah melaksanakan survey beberapa venue yang akan menjadi lokasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang ada di Stadion Gajayana Malang hari Rabu lalu, Komisi D DPRD Kota Malang kembali melaksanakan kegiatan serupa. Namun lokasi yang disurvey kali ini adalah venue-venue yang ada di dalam areal Gedung Olahraga (GOR) Ken Arok kota Malang.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto yang memimpin langsung survey tersebut langsung melihat kondisi di dalam GOR Ken Arok mulai dari lokasi GOR yang akan dipergunakan sebagai venue cabor Voli indoor dan Wushu. Didampingi seluruh anggotanya, Komisi D DPRD kota Malang juga meninjau berbagai fasilitas GOR Ken Arok untuk kelancaran pelaksanaan Porprov Jatim 2025 seperti kondisi toilet, tribun penonton dan berbagai ruangan dan fasilitas lainnya.

Dari pantauan di lokasi, nampak beberapa penutup lantai yang terbuat dari kayu nampak terkelupas sehingga lapisan semen yang ada di bawahnya terlihat. Kaca ventilasi di toilet pria juga nampak pecah dan ada sebagian plafon juga berlubang juga menjadi perhatian para wakil rakyat kota Malang. Lokasi tribun penonton juga tak lepas dari peninjauan, karena nampak sebagian tembok di tribun penonton perlu dilakukan perbaikan karena sudah rontok dan rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa lokasi di dalam GOR Ken Arok kota Malang nampak lapisan kayu pelindung lantai telah terkelupas sehingga nampak bagian semen terlihat (Foto : Agus Y)
Beberapa lokasi di dalam GOR Ken Arok kota Malang nampak lapisan kayu pelindung lantai telah terkelupas sehingga nampak bagian semen terlihat (Foto : Agus Y)

Usai peninjauan, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto menyampaikan pihaknya sengaja mendatangoi GOR Ken Arok untuk melakukan survey lokasi yang akan menjadi venue Pekan olahraga provinsi Jawa Timur 2025 ini.

“Untuk di dalam GOR Ken Arok ini rencananya akan ada dua cabang olahraga (cabor) yaitu Wushu dan voli indoor dan memang dari hasil survey kami ini ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi sehingga kami meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk secepatnya mengkondisikan bagian-bagian yang perlu diperbaiki,” ungkap Eko Herdiyanto.

Dari hasil survey yang telah dilakukannya tersebut,Eko menargetkan akhir bulan Mei 2025 ini semua perbaikan harus telah selesai dilakukan agar venue Porprov benar-benar siap dipergunakan.

“Sebenarnya kita juga ingin menyurvey lokasi yang ada di luar GOR Ken Arok, namun karena hujan deras ini kami tidak bisa melakukan survey,” ungkap Eko.

Terkait dengan kesiapan venue Porprov Jatim 2025 yang ditempatkan di kota Malang,Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, S.Pd., MM., menyampaikan bahwa dari beberapa survey yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Kota Malang maka pihak Komisi D memberikan beberapa rekomendasi.

“Rekomendasi kami yang pertama  adalah kami memohon dengan hormat dan memohon dengan sangat agar semangat yang sama ini juga dimiliki oleh pihak eksekutif, mengingat waktu yang sudah cukup dekat maka kami meminta pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk segera memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) bersama,” ungkap Suryadi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi., S.Pd., MM., (memakai hem putih) saat memberikan perhatian pada lantai GOR Ken Arok yang basah karena ada kebocoran pada bagian atap (Foto : Agus Y)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi., S.Pd., MM., (memakai hem putih) saat memberikan perhatian pada lantai GOR Ken Arok yang basah karena ada kebocoran pada bagian atap (Foto : Agus Y)

Menurut Suryadi, Rakor tersebut perlu segera dilaksanakan untuk memastikan kesiapan-kesiapan kota Malang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Porprov Jatim 2025.

“Sekiranya di bulan Juni dilaksanakan, maka di bulan Mei ini semuanya harus sudah tuntas. Kenapa Rakor ini menjadi penting, agar semua stakeholder ini mampu untuk memberikan masukan-masukan mumpung masih ada waktu mengingat pelaksanaan akan dilaksanakan pembukaannya pada minggu ke tiga bulan Juni 2025,” ungkapnya. (A.Y)