Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya mempercepat transformasi digital bagi pelaku UMKM di Kota Malang kembali mendapat dukungan dari dunia akademik. Sejumlah dosen dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan manajemen risiko pada hari Kamis kemarin (07/08/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Apit Miharso sebagai ketua tim, dibantu oleh Rizky Prasetya, Rosy Zandra, Anna Isrowiyah, dan Atik Andhayani.
Pelatihan dibuka oleh Lurah Dinoyo, Edwin Daniel Seputra, dimana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi POLINEMA yang selama ini dinilai konsisten memberikan pendampingan nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Sekali lagi kami menyambut baik kolaborasi Tim PPM POLINEMA yang tidak pernah berhenti menghadirkan manfaat bagi masyarakat kami, karena UMKM Dinoyo membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan era digital,” ujar Edwin Daniel Seputra.
Mengangkat tema Manajemen Risiko, pelatihan dipandu langsung oleh Apit Miharso dengan fokus materi pada pemahaman dasar manajemen risiko usaha, identifikasi risiko operasional, dinamika pasar, hingga strategi mitigasi berbasis analisis SWOT dan pemanfaatan teknologi digital.
Pendekatan itu dinilai penting agar UMKM dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian bisnis yang semakin kompleks, sehingga usaha yang dijalankan akan mampu bertahan ataupun berkembang lebih besar lagi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah Focus Group Discussion (FGD) dimana para pelaku usaha yang menjadi peserta kegiatan berbagi pengalaman nyata mengenai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan permodalan, penurunan daya beli, hingga ketergantungan pada satu pemasok.
Tim fasilitator dari Jurusan Akuntansi POLINEMA membantu peserta menyusun risk map sebagai panduan sederhana untuk mengelola risiko di usaha UMKM yang dijalankan.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga menunjukkan peningkatan pemahaman yang terukur terhadap konsep manajemen risiko,” ungkap Apit Miharso.
Nichen, salah satu pelaku UMKM peserta pelatihan, turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Ia mengaku lebih sadar akan pentingnya mengenali risiko sejak awal agar strategi bisnis yang dijalankan menjadi lebih adaptif.
Sebagai bagian dari evaluasi, panitia melakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan yang diketahui adanya peningkatan pemahaman terkait konsep manajemen risiko.
“Peningkatan pemahaman ini menandakan bahwa materi yang disampaikan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam mengelola risiko di era digital ini,” tambah Apit.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Kelurahan Dinoyo selaku mitra pelaksanaan. Kolaborasi antara Tim Pengabdian Kepada Masyarakat POLINEMA dan Kelurahan Dinoyo diharapkan terus berlanjut agar UMKM di wilayah tersebut semakin tangguh dan mampu bersaing.
“Semoga pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di tengah arus transformasi digital yang terus berkembang,” tutup Apit Miharso. (Red)
