Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) aterus diarahkan pada pemanfaatan teknologi. Digitalisasi layanan pajak menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat akurasi data dan menutup celah kebocoran di lapangan.
Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si., menjelaskan bahwa penerapan sistem digital memberi dampak besar pada peningkatan pendapatan daerah.
“Bahkan berdasarkan penilaian dari Kementerian Keuangan RI, Kota Malang masuk dalam 10 besar kota atau kabupaten yang mengalami peningkatan PAD secara tajam di seluruh Indonesia,” ungkap Handi.
Menurutnya, banyak titik rawan kebocoran berhasil ditekan melalui sistem pelaporan dan pembayaran berbasis digital. Berbagai transaksi pajak menjadi lebih transparan, akurat, dan mudah dipantau.
“Potensi kebocoran yang ada sudah kita ganjal dengan digitalisasi semua, sehingga potensi yang belum tergarap semakin menyempit. Sehingga saat ini kita berbicaranya adalah tentang kualitas data, mencegah dobel akun, mencegah penyalahgunaan praktek di lapangan,” jelasnya.
Handi menambahkan, transparansi pajak daerah menjadi penting karena uang yang masuk akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Mulai dari infrastruktur seperti jembatan dan jalan, hingga fasilitas pendidikan seperti sekolah.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem yang terus ditingkatkan, Bapenda Kota Malang menaruh harapan besar pada dunia usaha lokal.
“Sepanjang iklim Kota Malang tetap kondusif, kita harapkan hotel, resto dan cafe terus bertumbuh dan berkembang sehingga semakin banyak PAD yang masuk,” pungkas Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si. (A.Y)
