Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana memasang pagar pembatas di area air mancur tanpa kolam (dry fountain) di Alun Alun Merdeka. Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas oleh sejumlah pengunjung setelah muncul keluhan bau tidak sedap yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengatakan rencana pemasangan pagar tersebut akan segera dikomunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang serta Bank Jatim sebagai pihak yang memberikan dukungan melalui program CSR dalam revitalisasi kawasan Alun Alun Merdeka.

“Nanti sambil saya konfirmasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Bank Jatim, akan saya pasang pagar, yang sifatnya bisa buka tutup,” jelas Wali Kota Wahyu Hidayat, Rabu (11/2/2026).

Area dry fountain sendiri menjadi salah satu daya tarik baru setelah Alun Alun Merdeka selesai direvitalisasi. Ketika air mancur menyala, kawasan tersebut kerap dipadati pengunjung, terutama anak anak yang bermain air di antara semburan air mancur.

Sayangnya, tingginya jumlah pengunjung juga memunculkan persoalan baru. Belakangan muncul keluhan bau tidak sedap dari area air mancur yang diduga berasal dari perilaku sebagian pengunjung yang memanfaatkan fasilitas tersebut tidak sesuai fungsinya.

“Dry fountain memang dibuat untuk ditonton, bukan untuk mandi. Mungkin ada anak kecil main air lalu mandi di situ dan diduga buang air kecil di sana,” ungkap Wahyu.

Karena itu konsep pagar yang direncanakan tidak bersifat permanen menutup area secara penuh. Pagar tersebut akan dirancang dapat dibuka dan ditutup sesuai kondisi operasional air mancur.

Saat air mancur beroperasi, pagar akan ditutup untuk mencegah pengunjung masuk ke area semburan air. Sebaliknya ketika tidak beroperasi, pagar dapat dibuka kembali agar kawasan tetap bisa dinikmati oleh pengunjung.

“Pada saat air mancur menyala, pagar ditutup. Jadi tidak ada lagi pemandangan orang mandi di sana,” jelasnya.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menandatangani plakat peresmian Alun-Alun Merdeka Malang (Foto : Agus Yuwono)
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menandatangani plakat peresmian Alun-Alun Merdeka Malang beberapa waktu lalu (Foto : Agus Yuwono)

Wahyu yang akrab disapa Pak Mbois juga mengakui bahwa lonjakan kunjungan di Alun Alun Merdeka merupakan bagian dari euforia masyarakat setelah kawasan tersebut selesai direnovasi dan kembali dibuka untuk umum.

Menurutnya kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Malang dalam menata kembali pemanfaatan fasilitas publik agar tetap nyaman, bersih, dan sesuai fungsinya.

“Bagaimanapun ini euforia, mereka senang. Akan kita tata lagi dan terus kami evaluasi,” tukas Wahyu. (Red)