Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebagai bagian dari upaya nyata memperkuat komitmen institusional dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Brawijaya (UB) menggelar agenda akbar bertajuk International Conference on Sustainable Development Goals (ICSDGs) tahun 2026 pagi hari tadi, Kamis (11/06/2026).

​Kegiatan konferensi internasional yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya ini sukses menyedot perhatian dunia akademik global dengan diikuti oleh sekitar 240 orang peserta yang berasal dari 15 negara berbeda.

​Menurut Ketua Panitia ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., SE., M.Commun., Ph.D., dalam agenda konferensi internasional tahun ini juga menghadirkan forum ilmuwan muda sebagai upaya transfer pengetahuan ekologis yang berkesinambungan antargenerasi.

​”Kali ini ada juga Young Researchers Forum untuk memastikan bahwa generasi penerus juga belajar tentang SDGs. Kita juga didukung oleh Scientific Committee yang berasal dari berbagai negara di Asia dan Australia. Dan ada juga jurnal yang berkolaborasi dengan berbagai macam jurnal terindeks Scopus Q1 dari Malaysia, dan juga Q4, termasuk dari proceeding terindeks Scopus. Di sini kita ada juga keynote speaker dari tiga negara, dari Indonesia, Jepang, dan Belanda,” ungkap Fitri Hariana Oktaviani.

​Diselenggarakan dengan konsep hibrida (luring dan daring), jalannya presentasi ilmiah ini berjalan sangat dinamis dan interaktif. Tingginya antusiasme peserta asing membuktikan bahwa isu-isu pemulihan lingkungan yang dibahas dalam konferensi kali ini memiliki relevansi kuat di kancah global.

​Selaras dengan esensi konferensi tersebut, internal Universitas Brawijaya sendiri terbukti telah melakukan berbagai langkah operasional di dalam ruang lingkup kampus guna menekan dampak pemanasan global secara riil.

​Ketua Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Brawijaya, Novia Lusiana, STP., M.Si., Ph.D., membeberkan data menggembirakan mengenai adanya penyusutan volume produksi emisi gas buang secara signifikan di area kampus dalam kurun waktu satu tahun terakhir melalui kebijakan pembatasan mobilitas, salah satunya lewat program Car Free Day.

​”Kemudian kita melakukan perhitungan emisi secara real-time saat dilaksanakan pembatasan kendaraan yang masuk ke dalam kampus UB. Nah, hasilnya memang dari tahun ke tahun menurun untuk emisinya, dan kita harapkan 2030 kita bisa mencapai net zero emission. Dari tahun lalu ke tahun ini ada penurunan emisi sekitar 10 hingga 15 persen,” pungkas Novia Lusiana. (A.Y)