Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Suksesnya hilirisasi riset mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) lewat program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) mendapatkan apresiasi positif dari jajaran rektorat.

Pelaksanaan pameran teknologi tepat guna yang diintegrasikan dengan pengabdian masyarakat hari ini (29/6/2026) tersebut dinilai menjadi bukti nyata kontribusi akademis dalam mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan warga perkotaan.

Apresiasi tinggi tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. Menurutnya, agenda taktis berskala makro seperti expo inovasi TTG ini sangat linier dengan peta jalan strategis kampus dalam memacu produktivitas serta kualitas inovasi yang lahir dari rahim intelektual civitas akademika UB.

“Dan tentunya nanti inovasi karya sivitas akademika Universitas Brawijaya ini akan dapat dihadirkan untuk masyarakat dan memberikan dampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan dari masyarakat kita,” ungkap Prof. Unti Ludigdo di sela-sela peninjauan stan pameran.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., saat memukul gong sebagai tanda pembukaan kegiatan Expo Inovasi FTAB UB pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., saat memukul gong sebagai tanda pembukaan kegiatan Expo Inovasi FTAB UB pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)

Lebih lanjut, Prof. Unti menggarisbawahi bahwa penampakan fisik beberapa alat inovasi hasil rekayasa mahasiswa tersebut mungkin terlihat ringkas dan sederhana. Namun, dirinya mengingatkan bahwa setiap unit instrumen teknologi yang tercipta sesungguhnya merupakan produk akhir dari sebuah metodologi kajian ilmiah yang terukur serta riset mendalam di lapangan.

Oleh sebab itu, pihak Rektorat Universitas Brawijaya menaruh harapan besar agar jajaran birokrasi pemerintahan di tingkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan ataupun masyarakat dan UMKM dapat menyambut baik stimulus teknologi ini. Kemitraan yang kuat antara kelompok masyarakat dan pemangku wilayah dinilai menjadi kunci utama agar pemanfaatan alat-alat tersebut berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kita berharap nanti teman-teman dari kelompok masyarakat maupun juga Pemerintah Daerah dan Kecamatan ataupun Kelurahan dapat memanfaatkan karya inovasi para mahasiswa FTAB UB ini dengan sebaiknya,” tambah pakar akuntansi sektor publik tersebut.

Menatap proyeksi ke depan, jajaran pimpinan Universitas Brawijaya berkomitmen tidak akan membiarkan program ini berhenti pada fase penyerahan unit saja. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menyaring beberapa varian inovasi unggulan yang memiliki daya serap tinggi di masyarakat luas, guna diberikan pendampingan tingkat lanjut berupa peningkatan kapasitas mekanis, standarisasi mutu, hingga penguatan skala produksi.

“Harapannya dengan bantuan alat-alat ini akan dapat meningkatkan kualitas pangan dan kualitas lingkungan masyarakat kita,” pungkas Prof. Unti Ludigdo optimis.

Sebagai informasi tambahan, seluruh kelompok mahasiswa telah menghasilkan 57 karya inovasi TTG yang secara simbolis mulai didistribusikan secara merata ke 57 kelurahan se-Kota Malang. Penempatan unit alat disesuaikan secara spesifik dengan klaster problem dan potensi basis ekonomi lokal yang menjadi lokus pelaksanaan program pengabdian 3M selama beberapa waktu terakhir. (Red)