Kota Malang | ADADIMALANG.COM — SMK PGRI 3 Malang menggelar pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema Garda Swarna, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 987 siswa baru dari 18 provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan pembukaan yang digelar di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim, S.T., M.M., mengatakan jumlah peserta didik baru tahun ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut. Selain berasal dari Jawa Timur, siswa baru juga datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Hari ini kami melakukan kegiatan Cinta Sekolah atau MPLS. Opening ceremony kami lakukan bersama 987 siswa baru. Alhamdulillah ini menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat Indonesia karena tahun ini, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, ada sekitar 18 provinsi yang bergabung putra-putrinya di SMK PGRI 3 Malang,” ujarnya.

Lukman menjelaskan tema Garda Swarna dipilih sebagai simbol harapan agar seluruh peserta didik menjadi generasi terdepan yang memiliki karakter unggul dan kompetensi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga karakter dan kecakapan sosial (soft skill) sesuai visi sekolah, yakni membentuk lulusan yang berakhlakul karimah dan berdaya saing.

“Kami berharap anak-anak menjadi garda terdepan yang memiliki jiwa emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pelaksanaan MPLS berlangsung selama beberapa hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dalam kegiatan tersebut, SMK PGRI 3 Malang menggandeng berbagai instansi, termasuk Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), untuk memberikan pembinaan mental dan fisik kepada peserta didik.

Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tujuh Kebiasaan Indonesia Anak Hebat (KIHA) yang mencakup pembiasaan hidup disiplin, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, beribadah, hingga membangun kepedulian sosial.

Selain penguatan karakter, sekolah juga menyiapkan program sosial berupa pembagian 1.000 tumbler kepada masyarakat Malang Raya. Langkah tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

“Harapan kami, penggunaan tumbler menjadi kebiasaan bagi anak-anak sehingga mereka tidak lagi banyak menggunakan botol plastik di sekolah,” ujar Lukman.

SMK PGRI 3 Malang juga terus memperkuat budaya industri melalui kerja sama dengan berbagai mitra. Salah satunya, sekolah tersebut ditunjuk oleh Astra Daihatsu Motor sebagai pelaksana implementasi dojo industri, yang bertujuan membentuk karakter kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Dalam rangkaian MPLS, siswa juga akan menerima materi dari sejumlah lembaga, seperti Polresta Malang Kota mengenai keselamatan berlalu lintas, Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, Kejaksaan Negeri Malang tentang pencegahan perundungan (bullying), serta Komnas HAM Anak mengenai perlindungan hak anak.

Lukman menegaskan seluruh pelaksanaan MPLS melibatkan guru dan tenaga kependidikan secara penuh sebagai panitia untuk memastikan kegiatan berlangsung aman serta ramah anak.

“Kami mengedepankan mitigasi risiko karena SMK PGRI 3 Malang merupakan sekolah ramah anak. Oleh karena itu, seluruh guru ikut terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” katanya.

Usai pembukaan di Unisma, para siswa dijadwalkan mengikuti orientasi lingkungan sekolah melalui kegiatan gemba untuk mengenal fasilitas belajar dan bengkel sesuai kompetensi keahlian masing-masing. Selanjutnya, peserta akan mengikuti materi klasikal yang menghadirkan berbagai narasumber dari instansi mitra.

Menurut Lukman, dipilihnya Unisma sebagai lokasi pembukaan juga merupakan bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi, sekaligus memperkenalkan salah satu pilihan perguruan tinggi kepada para siswa sejak awal masa pendidikan.

Ia berharap rangkaian MPLS menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi lulusan yang berintegritas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi. (Ftm/A.Y)