Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kebiasaan menperkenalkan permainan angka sejak dini tanpa sentuhan gawai (gadget) membuahkan hasil manis bagi sebuah keluarga asal Singaraja, Bali. Dua putri dari keluarga tersebut berhasil memboyong medali pada ajang Grand Final Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) ke-15 yang berlangsung di Kota Malang.
Kedua peserta berbakat tersebut adalah Aisha Inara Prayogi dan adiknya, Aishwa Maulida Prayogi. Aisha yang baru menginjak kelas 3 SD berhasil menyabet medali emas pada kompetisi matematika level 2. Sementara sang adik, Aishwa, yang baru duduk di kelas 1 SD, sukses membawa pulang medali perak pada level 1 di mata pelajaran matematika pula.
Sang ayah yakni Bayu Kori Prayogi, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua bagi Aisha mengikuti kompetisi FABI dan selalu berhasil meraih medali emas. Sementara bagi Aishwa, ajang tahun ini merupakan pengalaman perdananya dan langsung membuahkan medali perak.
”Sejak kecil anak-anak memang saya arahkan untuk menyukai dunia matematika melalui berbagai permainan angka. Saya juga membatasi mereka agar tidak bermain gadget,” kata Bayu Kori Prayogi.
Selain pembatasan penggunaan gawai, Bayu menanamkan kedisiplinan belajar setiap hari. Aishwa mengaku sudah terbiasa melatih kemampuan berhitungnya dengan menyelesaikan sekitar 100 hingga 200 soal matematika setiap harinya.
Hal senada disampaikan Aisha. Berkat bombingan dan didikan ayahnya saat belajar, ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan lembar ujian pada babak grand final karena sudah terbiasa latihan di rumah. Ketika ditanya mengenai cita-cita masa depannya, Aisha menjawab polos bahwa ia ingin memiliki profesi dengan penghasilan besar.
Rasa bangga menyelimuti sang ayah karena kedua putrinya mampu bersaing dengan peserta yang usianya lebih tua. Aisha yang baru kelas 3 harus bersaing di level 2 yang diisi siswa kelas 3 dan 4. Begitu pula dengan Aishwa yang baru kelas 1 harus bertanding di level 1 bersama siswa kelas 1 dan 2.
Perlu diketahui, a\jang FABI ke-15 tahun 2026 ini mencatatkan peningkatan jangkauan dengan membuka seleksi di 56 wilayah di seluruh Indonesia. Dari total 14 ribu pendaftar, sebanyak 7.000 finalis tersaring untuk berlaga pada babak grand final di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM).
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penganugerahan (awarding) di Hotel Grand Mercure Malang Mirama. Panitia menyaring sekitar 120 peserta terbaik untuk menerima medali, sertifikat, hingga hadiah utama berupa perjalanan wisata (fieldtrip) ke Singapura. (A.Y)
