Persada Hospital Resmikan Klinik Asuransi, Layanan Edukasi dan Pendampingan Polis
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 487
- print Cetak

Peluncuran layanan klinik Asuransi di Persada Hospital (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Persada Hospital resmi meluncurkan layanan Klinik Asuransi (Insurance Clinic) pada Sabtu (15/8/2026). Layanan baru yang berlokasi di Lantai 1 Lobby Gedung Padma Persada Hospital, Malang, ini menjadi pusat konsultasi dan pendampingan penjaminan biaya kesehatan terintegrasi pertama di Indonesia.
Peluncuran inovasi ini hadir untuk merespons banyaknya pemegang asuransi kesehatan swasta yang masih kerap mengalami kebingungan terkait kerumitan prosedur klaim, ketidakjelasan cakupan manfaat polis, hingga risiko biaya mandiri (ekses) saat menjalani perawatan medis.
Melalui tagline “Translate Your Benefits, Maximize Your Care”, Klinik Asuransi Persada Hospital memberikan fasilitas konsultasi gratis bagi pasien maupun masyarakat umum. Layanan ini beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB, didukung langsung oleh Dokter Pembiayaan Kesehatan serta tim profesional.
Direktur Persada Hospital, dr. Kristiawan Basuki Rahmat, M.Kes., menjelaskan bahwa hadirnya klinik edukasi ini berangkat dari komitmen rumah sakit untuk memberikan kepastian dan ketenangan informasi penjaminan sejak awal perawatan.
“Kami melihat langsung bagaimana pasien dan keluarganya sering kebingungan menghadapi proses klaim di tengah kondisi yang tidak mudah. Kehadiran Klinik Asuransi ini adalah komitmen kami untuk mendampingi pasien sejak awal dan memberikan kejelasan informasi. Kami ingin setiap pasien merasa didampingi, bukan dibiarkan mencari jawaban sendiri,” ujar dr. Kristiawan.

Berbeda dengan fasilitas insurance lounge di rumah sakit pada umumnya yang sebatas berfungsi sebagai ruang tunggu atau tempat pendaftaran administrasi, Klinik Asuransi Persada Hospital murni berfokus pada fungsi edukasi, pemetaan kebutuhan polis, dan pendampingan alur (insurance journey).
Manager Pembiayaan Kesehatan Persada Hospital, dr. Nurul Amalia Rizki, MMRS., menambahkan bahwa layanan ini bertindak sebagai jembatan yang menyederhanakan bahasa-bahasa polis medis agar mudah dipahami oleh pasien.
“Klinik ini akan menjembatani pasien. Ketika pasien bingung mau menggunakan asuransinya seperti apa, mereka cukup datang ke Klinik Asuransi. Kami akan screening kebutuhannya, bahkan membantu pendaftaran ke poli yang dibutuhkan. Target kami membuat pasien merasa aman secara administrasi, jelas mendapatkan informasi haknya, serta lebih tenang,” kata dr. Nurul.

Talkshow tentang Klinik Asuransi sebelum seremoni peresmiannya di Persada Hospital kota Malang (Foto : Fatma AdaDiMalang)
Sementara itu, Direktur Medis PT Persada Medika Raya, DR.Herman Yosef Limpat Wihastyoko, dr., Sp.B.P.R.E., Subsp. K.M. (K), mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen pasien yang berobat di Persada Hospital merupakan pengguna asuransi kesehatan swasta, baik lokal maupun internasional. Oleh karena itu, efisiensi alur administrasi menjadi prioritas utama.
“Pasien ini sudah sakit, jangan sampai ditambah pening dengan panjangnya proses administrasi. Kehadiran layanan ini berupaya mempersingkat alur dokumen dan memangkas potensi komplain dari pasien,” tegas dr. Herman.
Layanan konsultasi ini terbuka luas untuk seluruh masyarakat, baik pasien rawat jalan, rawat inap, maupun masyarakat umum yang hanya ingin berkonsultasi mengenai polis asuransi tanpa harus berobat.
Direktur Utama PT Persada Medika Raya, dr. Kushandayani, MMRS., menegaskan bahwa inovasi ini lahir murni dari pengamatan atas keresahan para pemegang asuransi selama 13 tahun operasional rumah sakit.
“Banyak orang punya asuransi, tetapi begitu mendapat masalah kesehatan, mereka bingung apakah penyakitnya dicover atau tidak. Bahasa-bahasa sederhana di pikiran mereka itulah yang kita jembatani. Dari yang tadinya bingung, setelah diedukasi, akhirnya pasien merasa nyaman,” tutup dr. Kushandayani. (Red)
- Penulis: redaksi



